2 Maret 2021

Aksi Penipuan, Catut Foto Dandrem 101/Antasari Banjarmasin

2 min read

Inilah capture perbincangan antara nomor Sakti dan pencatut foto Dandrem 101/Antasari Banjarmasin

BANJARMASIN –  Kemajuan teknologi komunikasi saat ini, ternyata tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga dapat menjadi alat yang dapat merugikan penggunanya. Salah satunya yang dialami sejumlah pejabat di provinsi Kalimantan Selatan, yang data pribadinya dicatut untuk melakukan penipuan lewat sarana telekomunikasi. Terbaru dialami dandrem 101/Antasari Banjarmasin Kolonel Arm Syaiful Rachman, dimana fotonya dicatut seorang penipu, melalui  Whatsapp (WA).

Aksi penipuan itu dijalankan pelaku, dengan modus meminjam sejumlah uang kepada perorangan dan instansi swasta. Saat ini, pihak Korem 101/Antasari  Banjarmasin sudah meminta seluruh jajarannya untuk  mewaspadai  aksi penipuan dengan mencatut foto dandrem tersebut.

 

Salah satu yang hampir menjadi korban penipuan ini, adalah Kepala Seksi Pemberitaan TVRI Kalsel, Sakti Wahyujati.

Ia menerima pesan yang isinya permintaan untuk meminjam sejumlah

uang dari Danrem “gadungan” tersebut, dengan alasan untuk biaya keluarganya yang sedang sakit.

“Lalu coba saya telpon, tapi gak ngangkat. Lalu coba saya cek ke pihak Korem, ternyata penipuan,” ujar Sakti, pada Rabu (28/11).

Danrem 101/Antasari Banjarmasin saat dikonfirmasi melalui Kepala Penerangan Korem, Mayor Inf Khairul mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya upaya penipuan yang mencatut foto dan data Danrem melalui WA.

“Staf korem juga dapat WA tersebut, termasuk saya. Tapi kami sudah tahu bahwa itu penipu,” ungkapnya.

Khairul mengatakan, pihaknya sudah mencoba menelusuri nomor yang digunakan penipu. Dari hasil penelusuran diketahui, posisi pelaku berada di luar Kalimantan. Yakni daerah Karawang Jawa Barat, dan nomor yang bersangkutan sampai sekarang masih aktif.

Terkait hal ini, Korem 101/Antasari Banjarmasin sudah melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian, khususnya Jajaran Polda Jabar untuk mengungkap upaya penipuan ini.

 

Sementara itu, kejadian serupa juga ternyata pernah dialami kadis pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD) provinsi Kalsel Gusti Syahyar. Seperti diungkapkannya kepada Abdi Persada FM, pada Rabu (28/11). Dikatakan Syahyar, aksi penipuan diketahui setelah sejumlah rekannya yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia menghubunginya, menanyakan apakah benar sedang mengalami masalah finansial, sehingga harus meminjam uang melalui WA.

“Mereka tidak percaya begitu saja, ketika mendapat WA dari nomor tidak dikenal namun memakai foto saya. Karena itu mereka melakukan konfirmasi langsung, mengingat gaya bahasa yang digunakan si penipu di WA, sangat berbeda dengan saya,” jelasnya.

Setelah kejadian itu, Syahyar mengaku segera melaporkannya ke pihak provider kartu selularnya, untuk mendapatkan kembali seluruh data dan nomor kontaknya yang telah di hack si penipu.

 

Lebih lanjut Ia pun meminta, agar masyarakat berhati – hati saat menerima pemberitahuan upgrade dari aplikasi mengatasnamakan WA, yang tujuan sebenarnya adalah untuk mengambil seluruh data pengguna dari WA. Ia juga meminta masyarakat, untuk tidak mudah tertipu dengan adanya pesan yang mengatasnamakan pejabat. (RIW/FHF/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.