20 Juni 2021

Akhirnya, Polda Kalsel Tetapkan Tersangka Kasus Ambruknya Jembatan Mandastana

2 min read

Wakapolda Kalsel (seragam polisi) saat memberikan keterangan kepada pers pada Senin (26/11).

BANJARMASIN – Masih ingat dengan insiden ambruknya jembatan di desa Tanipah kecamatan Mandastana kabupaten Barito Kuala, pada Agustus 2017 lalu? Peristiwa tersebut sangat menyita perhatian masyarakat Kalimantan Selatan saat itu, karena ambruknya jembatan terjadi, tepat sehari setelah peringatan HUT Kemerdekaan RI. Selain itu, saat kejadian, tidak ada satupun kendaraan ataupun manusia yang tengah melintas. Kejanggalan ini patut disyukuri, karena ambruknya jembatan tidak sampai menimbulkan korban jiwa ataupun harta, namun tetap saja menimbulkan pertanyaan besar. Kenapa jembatan yang baru rampung dibangun pada tahun 2015, ambruk begitu saja. Pasca kejadian, seluruh pihak mencoba mencari tahu penyebab insiden, termasuk siapa pihak yang harus bertanggung jawab.

Dan akhirnya, setelah setahun peristiwa itu terjadi, kepolisian daerah (Polda) Kalimantan Selatan akhirnya menetapkan RA Direktur PT. CBA, pemenang tender pembuatan jembatan, sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Polda Kalimantan Selatan, Brigjen Polisi Drs. Aneka Pristafuddin, di Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan, pada Senin (26/11) siang. Kepada wartawan, Aneka mengatakan, penetapan tersangka dugaan korupsi pembangunan jembatan yang didanai APBN perubahan tahun anggaran 2015 tersebut akhirnya dapat dilaksanakan, setelah penyidik menemukan sejumlah fakta yang dapat menjerat tersangka. Diantaranya terbukti melakukan pengurangan jumlah volume tiang, serta tidak sesuai spesifikasi bangunan, dan fakta lainnya.
“Petugas sudah melakukan penyelidikan yang panjang, termasuk meminta keterangan 32 saksi, dan tenaga ahli dari Universitas Lambung Mangkurat. Penetapan ini juga dilakukan, setelah Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan menyatakan, kasus yang melibatkan RA ini, telah P-21 atau lengkap,” ujar Wakapolda Kalsel, yang didampingi Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Polisi Rizal Irawan, SH., SIK., MH.

Aneka Pristafuddin melanjutkan, atas terjadinya dugaan korupsi ini, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga sebesar 16 miliar rupiah lebih.
“Dari hasil penyelidikan ditemukan bahwa tersangka diduga melakukan pengurangan volume pada tiang pancang, dan mutu dari pondasi jembatan, tepatnya pada pilar 3, sehingga terjadi runtuh pada abudment 1 dan 2, serta pilar 4 dinyatakan tidak aman untuk kondisi ideal, layaknya sebuah jembatan,” tambahnya.
Namun yang pasti menurut wakapolda, kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan ini, akan terus berjalan dan kemungkinan besar akan ada tersangka lainnya. (RIW/FHF/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.