20 Juni 2021

Stok Pangan Kalsel Dipastikan Aman

2 min read

Salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang diperkirakan bakal mengalami lonjakan harga akhir tahun nanti.

BANJARMASIN – Setiap jelang perayaan hari besar keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi umat Islam pada November ini, dan Natal dan Tahun Baru bagi umat Kristen pada Desember mendatang, maka kebutuhan pokok masyarakat di Kalimantan Selatan mengalami peningkatan, seperti tahun – tahun sebelumnya. Peningkatan permintaan dari masyarakat ini, tentunya memicu kenaikan harga mengikuti hukum pasar yang berlaku. Menyikapi kondisi ini, maka pemerintah provinsi Kalimantan Selatan sudah mengagendakan rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait, untuk memastikan stok kebutuhan pokok aman hingga akhir tahun nanti. Rencananya rapat koordinasi akan digelar pada Rabu (28/11) di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin. Namun begitu, dinas perdagangan provinsi tetap melakukan pemantauan ke pasar dan gudang distributor, untuk mengetahui kondisi stok terkini.

Kepada wartawan, kepala dinas perdagangan Kalimantan Selatan Birhasani menjelaskan, secara umum stok bahan kebutuhan pokok di provinsi ini aman. Baik untuk stok beras, telur dan daging ayam, minyak goreng, gula pasir serta bawang merah dan putih.

“Kami sudah memantau ke semua pasar dan gudang Bulog serta distributor, dan dipastikan stok aman sampai 3 bulan ke depan. Jika kondisi cuaca di perairan mendukung, maka stok pangan akan bertambah dari daerah asalnya,” jelasnya.

Selain itu, dari segi harga pun, tidak ada lonjakan berarti pada sejumlah bahan kebutuhan pokok. Terutama pada November ini, dimana umat Islam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Apalagi pada peringatan maulid tahun ini, perayaannya tidak semeriah dan sebanyak tahun lalu, atau dengan kata lain banyak masyarakat memilih berhemat.

“Kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas telur dan ayam ras. Itupun kenaikannya hanya berkisar rata – rata 1.000 rupiah per item. Sementara untuk komoditas bawang merah dan putih, justru mengalami penurunan,” tambahnya.

Meski begitu, menurut Birhasani, pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya kenaikan harga pada akhir tahun 2018 nanti. Khususnya untuk komoditas elpiji tabung melon, serta BBM bersubsidi. Mengingat kondisi yang sama juga terjadi pada akhir tahun lalu, dimana dampaknya terasa hingga awal tahun 2018. Karena itu menurutnya, pada rapat koordinasi nanti, persoalan ini akan menjadi fokus pembahasan utama bersama PT Pertamina (Persero) selaku penyalur BBM dan elpiji di Indonesia. (RIW/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.