6 Maret 2021

Gelar Festival, Bank Indonesia Target Kopi Kalsel Semakin Dikenal

2 min read

Kopi Aranio, salah satu yang ditampilkan pada Duta Borneo Coffee Festival yang digelar BI dan BMPD Kalsel pada 22-25 November 2018

BANJARMASIN – Anda penggemar kopi? Jika ya, maka Festival Kopi yang digelar Bank Indonesia bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kalimantan Selatan wajib Anda datangi pada akhir pekan ini. Digelar di pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin, mulai Kamis (22/11) hingga Minggu (25/11), Duta Borneo Coffee Festival memberikan jaminan suguhan yang menyenangkan bagi para pecinta kopi, terutama kopi lokal Kalimantan Selatan dan daerah lainnya di Indonesia. Sebut saja kopi Gayo, kopi Toraja, hingga kopi Batak, ada di festival ini. Tak ketinggalan kopi lokal Kalimantan Selatan, yang kebanyakan berasal dari kabupaten Banjar, seperti kopi Pengaron, kopi Paramasan dan kopi Aranio. Pembukaan acara inipun dilakukan oleh walikota Banjarmasin Ibnu Sina, yang juga diketahui merupakan pecinta kopi.

Kepada wartawan usai membuka Duta Borneo Coffee Festival pada Kamis sore (22/11), walikota mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, dan siap mendukung kopi lokal Kalsel agar dapat lebih dikenal secara nasional.

“Ternyata Kalimantan Selatan dan Kalimantan secara keseluruhan, punya kopi – kopi khas, tetapi tidak masuk dalam program pengembangan kopi nasional. Padahal kita punya yang enak – enak juga,” jelas Ibnu.

Menurut Ibnu, persoalan ini akan jadi tantangan ke depan, apalagi dengan semakin maraknya bisnis kopi, khususnya di Banjarmasin. Hal itu ditandai dengan terus bertambahnya kafe – kafe dan kedai yang menawarkan kopi Indonesia.

“Mudah – mudahan ini jadi langkah awal kedepannya untuk mengenalkan kopi kita. Bahkan bisa saja nanti, kita dapat menikmati kopi asal Banua di kafe – kafe itu, tidak hanya kopi Indonesia yang sudah terkenal saja,” harap Ibnu.

Senada dengan Ibnu Sina, kepala perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Herawanto juga memiliki harapan yang tinggi, terkait produk kopi lokal. Bahkan Ia meyakini, kopi lokal dapat menjadi salah satu penarik atau pendorong pertumbuhan dunia pariwisata di Kalimantan Selatan. Mengingat berdasarkan rencana pengembangan ekonomi daerah, bahwa pariwisata menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru, yang sedang dikembangkan. Produk kopi lokal ini, akan menjadi salah satu strategi jitu tersebut.

“Akan aneh jika kita tidak mengembangkan itu. Akan aneh jika orang berkunjung ke Kalsel, tapi justru menikmati kopi Gayo, dan bukannya kopi lokal,” jelasnya.

Untuk itu menurut Herawanto, pihaknya juga siap membantu untuk pengembangan produk kopi lokal oleh Usaha Kecil Menengah (UKM). Baik dalam hal pemberian pelatihan terkait pengolahan, hingga pengemasan produk agar lebih memikat calon pembeli. (RIW/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.