BanjarbaruNews

Musim Hujan Datang, Ini Yang Harus Diwaspadai

BANJARBARU – Terhitung mulai November ini, provinsi Kalimantan Selatan sudah memasuki musim penghujan sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hal itu ditandai dengan dengan semakin intensnya curah hujan yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, selama beberapa hari terakhir. Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan pun sudah mencabut status darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah berlaku sejak Mei 2017 lalu. Inipun menjadi salah satu penanda telah berakhirnya musim kemarau, di hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Kedatangan musim hukan, tentunya menjadi persoalan tersendiri bagi sebagian besar kabupaten kota di provinsi ini, yang posisinya berdekatan dengan aliran sungai. Apalagi pada kondisi seperti saat ini, dimana sebagian besar daerah aliran sungai (DAS) sudah mengalami kerusakan dengan berkurangnya pepohonan penahan laju air. Begitu pula kawasan perkotaan, yang semakin kehilangan daerah resapannya, akibat pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan.

Dalam dialog khusus Topik Kita Hari Ini (TKHI) bersama Abdi Persada FM pada Selasa (13/11), kepala BPBD Kalimantan Selatan Wahyudin mengatakan, setidaknya ada 4 jenis bencana yang harus diwaspadai pada musim hujan ini. Yakni bencana banjir, tanah longsor, angin kencang dan angin puting beliung. Terutama di daerah yang masuk kategori rawan oleh BPBD.
“Saat ini curah hujan cukup tinggi terjadi di wilayah Banua Enam, seperti Balangan dan Tabalong. Bahkan ketinggian air sungai di Balangan sudah naik 2 meter. Jika dalam 2 hari ini hujan kembali mengguyur wilayah tersebut, maka air akan melimpah ke jalan,” jelasnya.
Untuk itu pihaknya melakukan pengawasan lebih intensif ke wilayah kabupaten Balangan, untuk menghindari kemungkinan terburuk. Apalagi beberapa hari lalu, telah terjadi tanah longsor di Lampihong, salah satu wilayah di kabupaten Balangan.
“Kami juga sudah membuat surat edaran sejak awal November, terkait kesiapsiagaan BPBD kabupaten kota se Kalimantan Selatan menghadapi ancaman bencana saat musim hujan, terutama bencana banjir. Diantaranya kesiapsiagaan dari segi SDM, peralatan menghadapi bencana, dan kesiapan logistik,” terangnya.

Selain ancaman bencana, masyarakat Kalimantan Selatan juga harus mewaspadai dua penyakit pada musim hujan ini. Yakni demam berdarah dengue serta diare. Hal itu seperti diungkapkan Kabid pencegahan dan penanggulangan penyakit dinas kesehatan Kalimantan Selatan Syahriani, dalam perbincangan khusus bersama Abdi Persada FM pada program TKHI. Menurut Syahriani, saat ini sudah ada temuan kasus DBD, di hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
“Jumlah kasusnya merata, dan terjadi peningkatan signifikan seiring dengan datangnya musim hujan. Terutama di kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Selatan, dengan jumlah kasus terbanyak. Untungnya kasus DBD masih belum berstatus kejadian luar biasa (KLB),” tambahnya.
Kondisi yang sama juga terjadi pada kasus diare, terlihat dengan meningkatnya jumlah kunjungan ke puskesmas untuk keluhan diare.
“Saya sangat menghimbau kepada masyarakat, untuk memastikan air yang dikonsumsi sudah benar – benar matang, melalui proses perebusan yang tepat. Sehingga terhindar dari penyakit diare,” tutupnya. (RIW/FHF/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat