BanjarNews

Kabupaten Banjar : Ada Puskesmas Ramah HIV Aids

BANJAR – Puskesmas Martapura 1 dicanangkan sebagai Puskesmas Ramah HIV Aids di Kabupaten Banjar. Puskesmas ramah HIV merupakan puskesmas dengan layanan HIV terpadu, mengutamakan layanan tanpa stigma dan diskriminasi.

Puskesmas Martapura 1 yang dicanangkan sebagai Puskesmas Ramah HIV Aids,  merupakan satu-satunya di Kalsel untuk tingkat puskesmas yang memberikan layanan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah kepada sejumlah wartawan, mengatakan memang Puskesmas Martapura 1 dijadikan sebagai Puskesmas Ramah HIV Aids. Menurut Ikhwansyah, kasus HIV Aids saat ini semakin meningkat, oleh karena itu pihaknya telah menggalakan edukasi kepada masyarakat terhadap bahayanya HIV Aids melalui Puskesmas Martapura 1.

“Melalui Puskesmas Martapura 1 ini diharapkan kasus HIV Aids bisa ditekan peningkatanya, hal ini tentunya nanti dengan berbagai cara pendekatan yang dilakukan Pihak Martapura 1,” jelas Ikhwansyah.

Sementara itu hal senada juga disampaikan Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Banjar Thaufikkurrahman, menurut Taufik  angka penderitaan HIV Aids di Kabupaten ini memang terjadi peningkatan, dilihat dari tahun 2017 yang lalu ada sebanyak 36 orang yang posititf terkena HIV Aids sedangkan tahun 2018 hingga saat ini ada sebanyak 25 orang, dan kalau melihat dari tahun 2005 hingga saat ini, Taufik menambahkan ada sebanyak 138 Kasus.

“DIbentuknya Puskesmas Martapura 1 sebagai Puskesmas Ramah HIV Aids disamping SDM dan tenaga medisnya sudah siap, Puskesmas Martapura 1 juga termasuk kasus tertinggi HIV Aids di Kabupaten Banjar yang ditanganinya, melalui Puskesmas ini  salah satu cara pendekatan pelayanan yang kami lakukan terhadap Kelompok komunitas-komunitas resiko tinggi seperti Transgender, LSL, LGBT,” jelas Taufik.

Menurut Taufik pada umumnya orang yang terkena HIV Aids terlihat seperti orang yang sehat, “Dia bisa berolahraga, dia bisa beraktifitas seperti manusia umumnya,” jelasnya.

Dengan seperti ini Taufik menambahkan harapannya orang terkena ini bisa dipertahankan pada kondisi HIV jangan sampai orang tersebut di tambah atau didukung lagi dengan penyakit-penyakit penyerta lainnya yang nantinya akan jatuh kepada kondisi Aids, apabila sudah pada kondisi Aids maka segala yang berhubungan dengan kondisi tubuh seperti stamina akan menurun drastis. (AF/FHF/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat