15 April 2021

Mampukah Ekspor Hasil Perikanan Gantikan Batubara? Ini Tanggapan Bank Indonesia Kalsel

2 min read

Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan.

KALIMANTAN SELATAN – Sudah jadi rahasia umum, bahwa Kalimantan Selatan kaya akan sumber daya alam mineral, berupa batubara. Sebut saja kabupaten Tanah Bumbu, hingga Tapin dan Tabalong, merupakan 3 kabupaten yang kaya akan hasil tambang tersebut. Tidak salah jika kemudian perusahaan multinasional sekelas PT Adaro Indonesia, berani berinvestasi di salah satu kabupaten penghasil batubara Kalimantan Selatan. Bahkan, komoditas batubara Kalimantan Selatan juga laku dijual di pasar dunia dengan harga lumayan. Meski beberapa waktu belakangan ini harganya sempat anjlok, namun masih belum menyurutkan minat investor untuk menanamkan modal pada pertambangan batubara Kalsel. Tahun 2017 lalu, ekspor Kalimantan Selatan mencapai 7,3 miliar dollar Amerika, dimana 75% nya adalah dari ekspor komoditas batubara.

Secara ekonomi, menurut kepala kantor  perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Herawanto, pada triwulan ketiga tahun 2018 ini, mengalami pertumbuhan positif dibanding periode yang sama tahun lalu. Yakni dari 4,61% pada triwulan ketiga tahun 2017, naik menjadi 5,16% pada tahun ini.

“Sesuai data, pertumbuhan ekonomi Kalsel itu,asih ditopang sektor ekspor khususnya eskpor batubara. Kondisi ini tentunya sangat disayangkan, mengingat masih banyak potensi lainnya yang dimiliki Kalsel,” jelasnya.

Masih menurut Herawanto, pihaknya sangat mendukung upaya pemerintah dan juga para pengusaha, untuk mengalihkan ketergantungan Kalsel pada batubara, dengan komoditas lainnya. Salah satunya adalah komoditas hasil perikanan laut maupun air tawar. Seperti yang dilakukan PT Suryagita Nusaraya Banjarmasin, dengan mengekspor hasil perikanan Kalsel ke Asia dan Timur Tengah.

“Dari aspek ekonomi, ekspor komoditas ini selain mendorong pertumbuhan kepada sumber ekonomi baru,¬† juga secara akumulatif berkontribusi meminimalisasi defisit transaksi berjalan,” tambahnya.

Seperti diketahui, pada 6 dan 7 November lalu, Kalimantan Selatan secara perdana mengirim atau mengekspor hasil perikanannya ke Asia dan Timur Tengah. Yakni sebanyak 800 kilogram ikan Tenggiri ke Singapura via Jakarta, pada Selasa (6/11), serta 1.200 kilogram Tenggiri ke Jeddah pada hari berikutnya. Pengiriman ikan – ikan ini dilakukan melalui jalur udara, dengan memakai jasa perusahaan cargo berstatus BUMN – Garuda Indonesia Cargo. Dalam waktu dekat, hasil perikanan Kalsel juga akan dikirim ke Bangkok Thailand, Korea Selatan, Jepang serta China. (RIW/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.