3 Maret 2021

Diinvestigasi Jalan Ambruk Desa Dalam Pagar

2 min read

Kondisi Jalan Desa Dalam Pagar Ulu Rt. 1 Kecamatan Martapura Timur saat ini sudah dipasang Pancang Kayu Galam.

BANJAR – Paska longsornya jalan di Desa Dalam Pagar Ulu RT 1 Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar pada Kamis (20/9) lalu hingga saat ini menjadi perhatian publik sampai sejauh mana sudah penanganannya, pasalnya jalan yang ambruk tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

Kini Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan masih  menunggu hasil investigasi dari Tim Unlam yang sudah meneliti dan mengkaji sebab terjadinya ambruk, sebagai salah satu tahapan proses penanganan.

Kabid Bina Marga PUPR Provinsi Kalsel Muhammad Yasin Toyib saat dikonfirmasi melalui telepon oleh Abdi Persada FM, Kamis (8/11), menjelaskan beberapa waktu yang lalu tim dari Unlam sudah turun ke lapangan dan melakukan investigasi, dan sekarang pihaknya tinggal menunggu hasil dari investigasi tersebut dalam kurun waktu satu bulan kedepan.

“Kemaren tim Unlam sudah kita turunkan, kita tunggu dulu hasilnya bagai mana, insyaallah dalam kurun waktu satu bulan ini untuk hasilnya sudah kita ketahui, baru kita lakukan penanganan lebih lanjut,”akunya.

Dan terhitung sejak tiga minggu yang lalu pihaknya sudah selesai melakukan penanganan darurat sementara, dengan pemasangan pancang kayu galam dari kontraktor sepanjang longsornya jalan tersebut yaitu 170 meter dengan Panjang kayu galam berukuran  4 meter.

Yasin menambahkan, dalam pengerjaan pemasangan kayu galam sedikit mengalami kendala, pihak kontraktor mengaku agak kesulitan mengerjakan mengingat dengan kondisi medan yang tidak rata dan tepat di pinggiran sungai Martapura.

“Pemasangan itu ada sedikit lambat mengingat pihak kontraktor kesulitan di medan pemasangan, yang mana kaki-kaki tumpuan alat pemasang galam salah satunya harus di pijakan atau ditumpukan dibagian sungai,” jelasnyanya.

Sementara salah satu warga Desa Dalam Pagar Ulu Hasanudin mengatakan memang ada pihak dari Tim investigasi Unlam yang datang ke lokasi reruntuhan, dan menurutnya Tim tersebut beberapa hari telah melakukan pengecekan dan melakukan kajian serta mengukur kedalam sungai untuk memastikan sebab terjadinya  ambruk jalan tersebut.

“Saya lihat Tim dari Unlam datang kesini melakukan pengecekan berulang-ulang sampai beberapa hari, ada yang dari pagi hingga sampai sore (seharian) mengecek, bahkan mereka pun menyewa perahu motor(klotok) untuk mengukur kedalaman sungai seberang menyeberang , namun sebelum tim Unlam datang ada juga sebelumnya yang meninjau melihat lokasi ambruk” jelasnya. (AF/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.