12 April 2021

Tenggiri Kalsel Tembus Pasar Ekspor Asia dan Timur Tengah

2 min read

Suasana jumpa pers ekspor perdana hasil perikanan Kalsel ke Asia dan Timur Tengah di salah satu kafe di Banjarmasin pada Rabu (7/11).

BANJARMASIN – Selasa (6/11) dan Rabu (7/11) mungkin menjadi salah satu hari bersejarah bagi provinsi Kalimantan Selatan. Mengapa? Karena pada dua hari itu, Kalimantan Selatan secara perdana melakukan ekspor hasil perikanannya ke sejumlah negara di Asia dan Timur Tengah. Pertama pada Selasa (6/11), sebanyak 800 kilogram ikan Tenggiri segar Kalimantan Selatan diekspor secara perdana ke Singapura, via Jakarta. Kemudian berlanjut pada Rabu (7/11), masih berupa pengiriman Tenggiri segar seberat 1.200 kilogram ke Timur Tengah, juga via Jakarta. Terkait hal membanggakan ini, maka jumpa pers pun digelar Garuda Indonesia Cargo bersama PT Suryagita Nusaraya Banjarmasin, pada Rabu siang (7/11) di Banjarmasin.

Kepada wartawan, kepala cabang PT Suryagita Nusaraya (SNCargo) Banjarmasin Gusti Faisal mengatakan, selama ini hasil perikanan Kalimantan Selatan sebenarnya sudah dikirim ke luar negeri. Namun sayangnya, ekspornya tidak dilakukan langsung oleh Kalimantan Selatan, karena perdagangannya hanya dilakukan antar daerah, dan barulah daerah tersebut yang melakukan ekspor ke sejumlah negara.

“Setelah melakukan proses yang cukup panjang, termasuk mengurus perizinan selama 7 bulan terakhir ini, Kalimantan Selatan akhirnya dapat melakukan ekspor hasil perikanannya langsung. Ini juga tidak lepas dari apresiasi dan dukungan Garuda Indonesia, serta dinas terkait mengenai masalah perizinan. Antara lain dinas perdagangan provinsi untuk pengurusan perizinan, serta dinas kelautan dan perikanan provinsi untuk dukungan pemenuhan standar ekspor,” jelasnya.

Lebih lanjut Faisal juga mengapresiasi Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Banjarmasin, yang telah memberikan perhatian tahap demi tahap dalam pembangunan Unit Pengolahan Ikan (UPI) atau hazard analysis critical control point (HACCP), yang merupakan syara utama melakukan ekspor. Begitu pula dari kantor pengawasan dan pelayanan bea cukai Banjarmasin, yang sudah memberikan kemudahan dalam proses perizinan ekspor.

“Kedepannya kami berharap, ekspor hasil laut dam perikanan ini berjalan lancar, dan ditargetkan mencapai angka 200 ton per tahun,” tutupnya.

Sementara itu, menurut general manager PT Garuda Indonesa (Persero) Tbk Banjarmasin Henny Nurcahyani, selama ini pihaknya berperan tidak hanya dalam mengangkut penumpang, tetapi juga menjadi sarana logistik untuk komoditas hasil laut dan perikanan untuk diekspor.

“Saat ini pengiriman hasil perikanan Kalimantan Selatan ke lua negeri, masih dilakukan via Jakarta. Mengingat bandara Syamsudin Noor baru melayani penerbangan domestik. Nanti setelah pengembangan bandara dirampungkan dan mendapat status internasional, maka penerbangan dapat dilakukan langsunv ke tempat tujuan,” harapnya.

Henny juga memastikan, pihaknya sangat mendukung para eksportir lokal Kalimantan Selatan yang akan melakukan pengiriman ke luar negeri, dengan memberikan harga khusus kepada mereka. Tujuannya tidak lain untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan, dan terlepas dari ketergantungan pada ekspor batubara. (RIW/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.