20 Juni 2021

Sampah Plastik Cemari Lautan Indonesia

2 min read

Menko Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan saat menjadi pembicara pada rapat koordinasi penanganan sampah padat di kawasan regional, perkotaan, dan destinasi pariwisata, di Kota Banjarmasin.

BANJARMASIN – Pencemaran sampah plastik di lautan saat ini, sudah sangat mengkhawatirkan. Mengingat Kementerian Kordinator Kemaritiman Republik Indonesia mencatat 80 persen pencemaran sampah kantong plastik di lautan berasal dari daratan. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi II Penanganan Sampah Padat di Kawasan Regional, Perkotaan, dan Destinasi Pariwisata, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Rabu (31/10).

Menteri Kordinator Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, 38 juta ton sampah setiap tahunnya tercatat di Kementerian Kordinator Kemaritiman Republik Indonesia, yang terdiri dari 80 persen sampah dari darat yang bocor kelaut.
“Sampah yang bocor kelaut akan mempengaruhi kerusakan pada nilai kandungan yang terdapat di lautan,” ujar Luhut.

Tercemarnya lautan saat ini dengan sampah-sampah plastik membuat ikan-ikan juga terkontaminasi sampah plastik tersebut.

Ikan yang mengkonsumsi sampah plastik saat ini, lanjut Luhut, sudah ditingkat yang mengkhawatirkan. Pihaknya bahkan menemukan hampir 80 persen kandungan dalam perut ikan isinya sampah plastik di salah satu pasar tradisional di kawasan Sulawesi.
“Ikan-ikan yang mengkonsumsi sampah plastik tersebut, apabila dikonsumsi oleh manusia khususnya perempuan yang masih bisa hamil. Anak dalam kandungan ibu tersebut bisa tumbuh stunting. Dan bagi laki-laki bisa kanker, gangguan prostat, dan lainnya,” tutur Luhut lebih lanjut.

Menurut Luhut, oleh karena itulah saat ini Pemerintah Pusat berusaha untuk melakukan pengurangan penggunaan sampah plastik di Indonesia.
“Kami tidak menginginkan lingkungan rusak, terlebih air laut ini akan membawa dampak kepada kehidupan di darat. Oleh karena itulah kami mengajak seluruh warga untuk mengurangi pembuangan sampah sembarangan ke sungai yang tujuan larutnya menuju kelaut,” ucap Luhut.

Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin sejak tahun 2016 lalu, sudah memberlakukan pelarangan penggunaan kantong plastik pada ritel dan toko modern. Bahkan Kota Banjarmasin sebagai kota pioner di Kalimantan Selatan dalam penerapan larangan pemakaian kantong plastik pada retail modern tersebut.
“Penerapan larangan penggunaan kantong plastik ini berdasar perwali no 18 tahun 2016 dan ini sebagai pencegahan pengurangan atas kouta sampah plastik yang semakin bertambah baik di lokal maupun nasional,” ujar Ibnu.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Muchyar menyampaikan, siap mendukung pengurangan sampah terutama di regional kota Banjarmasin, untuk menjadikan kota Banjarmasin sebagai percontohan dibidang kota kabupaten bebas sampah plastik.

Dengan adanya perwali mengenai larangan penggunaan kantong plastik, pihaknya dapat mengurangi 1 ton sampah perharinya di kota Banjarmasin.
“Kami berharap, semoga kedepan sampah semakin berkurang di kota ini,” ucap Mukhyar. (SRI/FHF/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.