6 Maret 2021

Polisi Gelar Operasi Zebra Intan 2018, Ini Pesan Paman Birin Untuk Pengendara

2 min read

Gubernur Kalsel saat menghadiri upacara gelas pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Zebra Intan 2018 di mapolresta Banjarmasin pada Selasa (30/10).

BANJARMASIN – Kabar soal akan adanya operasi terpusat Zebra Intan oleh jajaran kepolisian di Indonesia, yang tersebar selama sepekan terakhir di media sosial, ternyata bukan hoax atau isapan jempol semata. Operasi Terpusat ini benar – benar dilaksanakan mulai Selasa (30/10) hingga dua pekan ke depan atau bertepatan Senin (12/11). Di Kalimantan Selatan, upacara gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Zebra Intan 2018 tanda dimulainya kegiatan, dilaksanakan di mapolresta Banjarmasin pada Selasa (30/10) pagi. Upacara dipimpin langsung kapolda Kalimantan Selatan Yazid Fanani, dan dihadiri gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan sejumlah unsur Forkopimda.

Kepada wartawan, gubernur Sahbirin Noor mengatakan, manfaat dari Operasi Zebra Intan 2018 ini adalah untuk meminimalkan terjainya pelanggaran. Dimana pelanggaran dapat berujung atau berpotensi pada kecelakaan.

“Saya ucapkan selamat bertugas kepada para personil yang terlibat pada operasi ini, dan semoga target operasi untuk zero accidemt dapat tercapai”, jelas gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.

Lebih lanjut Paman Birin menghimbau para pengendara di Kalimantan Selatan, untuk mengikuti aturan lalu lintas yang berlaku. Selain itu, gubernur juga meminta pelajar yang masih belum memenuhi syarat berkendara, untuk tidak melanjutkan kegiatan berbahaya tersebut.

“Khususnya pada para orangtua, janganlah dengan mudah memberi fasilitas kendaraan bermotor kepada anak. Apalagi mereka yang belum memenuhi syarat sebagai pengendara. Sementara untuk pihak sekolah, saya berharap untuk membuat aturan larangan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, kapolda Kalimantan Selatan Yazid Fanani mengatakan, tujuan operasi Zebra Intan 2018, adalah untuk mengurangi kemungkinan korban fatal, akibat berlalu lintas. Apalagi data menyebutkan, secara umum angka kecelakaan terus meningkat beberapa tahun terakhir.

“Operasi kali ini bersifat edukasi, penindakan, dan juga penjagaan. Intinya dengan operasi ini, kita upayakan agar dapat minimal pelanggaran lalu lintas. Karena hampir semua korban kecelakaan lalu lintas, didahului oleh pelanggaran lalu lintas. Baik itu karena melanggar batas kecepatan, atau penggunaan kendaraan tidak sesuai fungsinya”, jelasnya.

Yazid menambahkan, tidak ada titik tertentu pelaksanaan operasi Zebra Intan 2018, khususnya di kota Banjarmasin. Dengan kata lain, operasi dapat bersifat stationery atau menetap, dan juga dapat bersifat mobile atau bergerak.

“Tujuan operasi adalah untuk mengedukasi dan menindak jika memang terjadi pelanggaran. Contohnya pengendara roda dua yang melawan arus, roda dua ditumpangi lebih dari dua orang, atau pengendara tidak menggunakan pengaman kepala atau helm SNI”, tutupnya. (RIW/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.