20 Juni 2021

Kecam Pembakaran Bendera Tauhid, Ribuan Umat Islam di Kalsel Gelar Aksi Damai

2 min read

Aliansi Muslim Banua menggelar aksi Bela Tauhid di Jalan Merdeka Samping Mesjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Jum'at (26/10)

BANJARMASIN – Ribuan umat Islam mengikuti aksi damai yang digelar oleh Aliansi Banua Muslim di jalan Merdeka Samping Mesjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Jumat (26/10/2018). Aksi damai yang dimulai selepas shalat Jumat itu sebagai bentuk protes terhadap pembakaran bendera berisi kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Salah satu orator, Ustadz Wahyudi Ibnu Yusuf menegaskan bendera yang dibakar itu bukan Bendera HTI, buktinya tidak ada tulisan HTI di bawahnya, namun itu adalah Panji Rasulullah yaitu bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid.

Ia menilai apa yang dilakukan oknum pembakar bendera Tauhid tersebut sejatinya bukanlah untuk memuliakan bendera tersebut. Karena jika memuliakan semestinya jika bendera Tauhid itu jatuh seharusnya diambil, dilipat, disimpan di tempat yang mulia. Bukan dibakar.

Selain itu, pihaknya juga menuntut kepada aparat kepolisian untuk bersikap tegas dan menegakkan hukum seadil-adilnya dengan memproses pelaku pembakaran.

“Karena jika tidak, umat Islam akan terus tersakiti hatinya,” katanya.

Sementara, Koordinator Lapangan Aksi Bela Tauhid, Abddul Hasan meminta agar fokus terhadap oknum pembakar bendera Tauhid tersebut dan pembakaran bendera Tauhid tidak dikembangkan dan dilebarkan kemana-mana.

“Kalimat Tauhid itu ditulis di kain atau di kertas manapun tetap sebagai kalimat suci bagi umat Islam,” katanya.

Semula massa ingin mendatangi kantor Kepolisian Daerah Kalsel. Namun tidak jadi, karena Kapolda Kalsel Irjen Polisi Yazid Fanani terlebih dahulu mendatangi massa di tempat aksi berlangsung di Jalan Merdeka Samping Mesjid Raya Sabilal Muhtadin. Ia mengatakan kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Karena kejadiannya bukan di Banua, maka nanti pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada para pihak berwenang. Ia mengimbau semua pihak menjaga kondusifitas provinsi Kalsel.

“Jangan sampai kejadiannya di tempat lain, berdampak buruk yang memicu konflik di Kalimantan Selatan,” harapnya. (NRH/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.