18 Juni 2021

Ekonomi Melambat, Pembangunan Rumah 2018 Tak Penuhi Target

2 min read

Ketua DPD REI Kalimantan Selatan.

BANJARMASIN – Sejak tahun 2011, diketahui ekonomi Kalimantan Selatan melambat , dari kisaran angka 6 hingga 7 persen, turun menjadi kisaran 5 hingga 4 persen. Kondisi ini, salah satunya dipengaruhi menurunnya harga produk eskpor batubara Kalimantan Selatan, di pasar dunia. Penurunan pada sektor perdagangan produk batubara ini, ternyata juga berdampak pada sektor perekonomian lainnya di Kalimantan Selatan. Salah satunya adalah pada sektor perumahan. Baik pada tahapan pembangunan maupun penjualan, sangat terpengaruh pada menurunnya sektor perdagangan batubara tersebut.

Kepada wartawan, ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) provinsi Kalimantan Selatan Royzani Sjahriel memastikan, pihaknya tidak dapat memenuhi target pembangunan rumah tahun 2018, sebanyak 10.000 unit rumah.
“Hingga akhir tahun nanti, diperkirakan target pembangunan rumah hanya dapat tercapai sebanyak 8.000 unit saja. Bahkan sampai jelang akhir Oktober ini, rumah yang terbangun baru mencapai 6.500 unit,” jelasnya.
Selain itu, menurut Royzani, penjualan unit rumah di Kalimantan Selatan juga menurun tahun ini, hingga sebesar 15%.
“Tahun lalu, penjualan rumah di Kalimantan Selatan menduduki posisi ketiga terbanyak secara nasional. Namun tahun ini merosot hingga ke urutan 5,” tambahnya lagi.
Umumnya pembeli perumahan terbanyak, adalah dari pekerja yang bergerak di sektor pertambangan batubara. Selain itu dari kalangan PNS.
“Dengan tidak adanya pembukaan lowongan CPNS selama 3 tahun terakhir, berdampak sekali pada penurunan penjualan. Namun seiring dengan dibukanya kembali lowongan CPNS tahun ini, diharapkan tahun depan penjualan rumah akan kembali menggeliat,” harapnya.

Berbagai upaya dilakukan DPD REI Kalimantan Selatan, untuk membantu para anggotanya untuk memasarkan produk perumahan, yang sudah dibangun selama setahun ini. Salah satunya melalui kegiatan Expo REI, yang mempertemukan langsung para pengembang perumahan, dan para pembelinya. Pada Expo REI September 2018 lalu, tercatat transaksi hingga sebesar 40 miliar rupiah, atau setara dengan lebih dari 100 unit rumah. Sebagain besar terjual di kawasan kota Banjarbaru, kabupaten Banjar dan Barito Kuala, serta kota Banjarmasin. (RIW/FHF/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.