NewsProvinsi Kalsel

Nahkoda Dan Awak Kapal Diberikan Pelatihan

BANJARBARU – KeSyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin dan Dinas Perhubungan bekerjasama dengan Politeknik Pelayaran Surabaya menggelar pendidikan dan pelatihan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan sumber daya manusia kepada nahkoda dan awak kapal tradisional se Kalimantan Selatan.

Bertempat di aula haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru pada Selasa (23/10), sebanyak 314 orang nahkoda dan awak kapal akan di berikan pembekalan keselamatan dalam pelayaran selama 3 hari.

Tragedi kecelakaan kapal di Danau Toba yang menewaskan ratusan jiwa Juni lalu, membuat Kementerian Perhubungan RI menginstruksikan KeSyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP) dan Dinas Perhubungan untuk menyelenggarakan Diklat keselamatan dalam pelayaran ini.

Menurut Kepala KSOP Banjarmasin, Bambang Gunawan kejadian kecelakaan kapal yang terjadi beberapa kali di Danau Toba tidak boleh terjadi di wilayah perairan Kalsel. Terlebih karakteristik perairan di Kalsel mirip dengan Danau Toba.

“Ada banyak perairan di Kalsel yang mirip dengan Danau Toba, dan itu harus kita hindari jangan sampai kejadian itu juga terjadi di sini yang perairannya juga mirip dengan Danau Toba” ujarnya

Ditambahkan Bambang, Sepanjang 2018 ini sedikitnya 10 kali terjadi kecelakaan dalam dunia pelayaran Kalsel baik kapal besar dan kecil. Namun saat ini ujarnya kecelakaan yang terjadi masih dapat diatasi oleh pihaknya.

“Kebanyakan terjadi karena kecerobohan manusia atau awak kapal dan nahkoda. Selain itu Pelatihan yang harus di update lagi agar pengetahuan SDM pembawa bertambah.” Tegasnya

Dalam pelatihan terangnya akan diajarkan cara memadamkan kebakaran, menolong orang saat terjadi kebakaran di kapal, memakai life jaket, meninggalkan kapal pada saat terjadi kebakaran dengan penumpang juga harus selamat serta cara membawa kapal dalam keadaan cuaca buruk dan tidak memungkinkan.

“Selesai pelatihan peserta akan langsung mendapatkan sertifikat mengemudi sebagai bukti legalitas,” tambahnya.

Sementara Kadishub Kalsel, Rusdiansyah mengatakan Diklat tersebut diadakan untuk mengurangi angka kecelakaan kapal di Kalsel. Tak hanya kecelakaan kapal penumpang dan barang namun juga kapal angkutan hasil tambang dan nelayan.

Setidaknya tambah Rusdi, ilmu yang didapat dalam Diklat bisa bermanfaat untuk diri nahkoda dan awak kapal selama berlayar.
Apalagi Diklat ini dipastikan gratis atau tidak dipungut biaya. Sehingga Tak hanya bagi 314 orang, Diklat gratis tersebut tambahnya juga akan diadakan di tahap kedua dengan jumlah peserta 400 orang.

“Kedepan Diklat lanjutan akan kembali diadakan sebanyak 400 orang, untuk waktu masih dalam tahap penyesuaian” ujarnya. (ASC/FHF/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat