23 Juni 2021

Kirab Ribuan Santri, Meriahkan Hari Santri Nasional Ke-3 Di Kalsel

2 min read

Peserta kirab santri dalam rangka peringatan hari santri nasional ke-3 tahun 2018 tingkat provinsi Kalsel pada Selasa (23/10) .

BANJARMASIN – Cuaca lumayan panas, saat ribuan santri dan pelajar dari kota Banjarmasin, berkumpul di halaman belakang masjid raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, pada Selasa (23/10). Mereka bukan bersiap – siap untuk menggelar aksi atau demo, tapi menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional Ke-3 tahun 2018 tingkat provinsi Kalimantan Selatan, dengan melakukan kirab berkeliling kota Banjarmasin. Apalagi pada tahun ini, gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor langsung, yang mengibarkan bendera tanda dimulainya kirab santri. Dengan diiringi marching band, ribuan santri pun kirab dengan berjalan kaki, dan ada pula yang menaiki kendaraan roda empat melewati sejumlah ruas jalan utama di kota Banjarmasin. Diantaranya jalan R Suprapto, Anang Adenansi, jalan Pangeran Samudera serta jalan jenderal Sudirman.

Kepada wartawan, kakanwil kementrian agama Kalimantan Selatan Noor Fahmi mengatakan, tahun ini adalah kali ketiga peringatan Hari Santri Nasional, setelah ditetapkan oleh presiden Joko Widodo, melalui Keppres nomor 22 tahun 2015.
“Kirab santri tahun ketiga ini memang lebih meriah dibanding dua tahun sebelumnya. Karena tahun ini, tidak hanya para santri yang mengikuti kirab, tetapi juga para siswa sekolah berbasis agama yang ada di Banjamasin turut serta. Diantaranya MAN 1 dan MAN 3 kota Banjarmasin, serta satu perwakilan pesantren dari Banjarbaru,” jelasnya.
Tercatat ada 2.500 santri dan pelajar sekolah berbasis agama dari kota Banjarmasin, mengikuti kirab santri dalam rangkaian hari santri nasional tersebut.
Sementara itu, gubernur Kalimantan Selatan – Sahbirin Noor berharap, melalui peringatan hari santri yang jatuh pada 22 Oktober setiap tahunnya ini, maka para santri dan pelajar dapat membayangkan posisi mereka dimasa depan nantinya, untuk kemaslahatan Kalimantan Selatan.
“Tantangan dimasa depan akan sangat berat, bagi mereka yang tidak siap menghadapinya. Karena itu saya berpesan kepada anak – anak semua untuk belajar belajar dan belajar. Penuhi diri dengan ilmu – ilmu yang dapat memberikan perubahan positif bagi pribadi, maupun untuk kemaslahatan umat,” pesan gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.

Presiden Joko Widodo secara resmi menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, sejak tahun 2015 lalu. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari santri, untuk mengenang peristiwa dideklarasikannya Resolusi Jihad, oleh pendiri Nahdatul Ulama (NU) KH Hasyim Muzadi, pada tanggal dimaksud di Surabaya pada tahun 1945. Penetapan hari santri ini juga sebagai bentuk penghormatan kepada para santri, yang sudah ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di era tahun 1945. (RIW/FHF/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.