23 Juni 2021

Bersama Santri Damailah Negeri

2 min read

Kedatangan Bupati Banjar Khalillurahman di sambut dengan tarian hadrah saat saat memperingati Hari Santri di RTH Ratu Zaleha Martapura.

BANJAR – Sejak tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional pada tahun 2015 lalu, hari itu menjadi refleksi bagi golongan santri dan bangsa untuk mengingat kembali sejarah perjuangan kaum pondok pesantren dalam berjuang melawan penjajah, sehingga Hari Santri mempunyai arti dan makna yang penting bagi kalangan santri sendiri dan segenap elemen bangsa. Oleh karena itu bermacam kegiatan religi di berbagai daerah di Indonesia di gelar dalam rangka memperingati Hari Santri ini, tak terkecuali di Kota Martapura Kabupaten Banjar yang merupakan kota Santri, juga memperingati hari tersebut.

Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjar di buka langsung oleh Bupati Banjar Khalillurahman, Senin (22/10) di laksanakan di RTH Ratu Zaleha Martapura, dan terselenggara atas kerja sama Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU) dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar dengan mengangkat tema “Bersama Santri, Damailah Negeri”. Melalui tema ini diharapkan dapat menyatukan persepsi dan memperkokoh persatuan untuk kedamaian negeri, apalagi peran ulama dan santri sangat penting dalam menjaga kebhinekaan, persatuan dan kesatuan.
” Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Banjar, khususnya ulama dan santri untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan menyejukkan umat. Para santri harus aktif dan menjadi pelopor menciptakan perdamaian dan menjaga kerukunan, jadilah pioneer perdamaian di negeri ini” ajak Bupati.

Pada kesempatan pula Bupati Banjar mengajak segenap masyarakat untuk membawa anaknya untuk mendapatkan Imunisasi MR
” Sesuai fatwa MUI No 33 tahun 2018, bahwa penggunaan vaksin MR adalah MUBAH atau dibolehkan sebagai ikhtiar dalam mencegah anak-anak kita dari penyakit CAMPAK dan RUBELLA” jelas Bupati.

Sementara di tempat yang sama Ketua Panitia Pelakasana Peringatan Hari Santri Nuryadi yang juga merupakan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama, mengatakan kegiatan ini untuk memberikan kesempatan kepada pondok pesantren untuk menampilkan berbagai kiprah, dan profil serta hasil karya serta prestasi para pondok-pondok pesantren yang ada di Kabupaten Banjar
“Saya berharap kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, ajang studi banding dan ajang evaluasi antara sesama pondok pesantren” Harapnya.

Sedangkan Sekretaris Disbudpar Aidy Hikmatullah mengungkapkan tujuan di gelarnya Hari Santri Nasional 2018 tidak lain untuk melestarikan seni dan budaya islam sekaligus ajang silaturahmi para santri pondok pesantren se-Kabupaten Banjar.
” Selain itu kegiatan ini untuk mewujudkan pencapaian target indikator kinerja utama yakni terlaksananya kebudayaan daerah yang bernuansa Religi” Jelasnya.(AF/FHF/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.