23 Juni 2021

Imunisasi MR Di Kota Banjarmasin Masih Rendah

1 min read

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat menyampaikan, cakupan imunisasi MR di kota ini

BANJARMASIN – Meski cakupan imunisasi MR di Kota Banjarmasin rendah, namun Pemerintah Kota Banjarmasin tidak akan melakukan paksaan kepada warga kotanya.

Hal ini disampaikan, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, kepada sejumlah wartawan, Jumat (19/10).

Program imunisasi massal campak dan rubella (MR) yang telah berjalan sejak 1 Agustus lalu di Kota Banjarmasin sampai saat ini, baru mencakup 34 persen saja. Bahkan, terendah ke dua di wilayah Kalimantan Selatan.

“Rendahnya, cakupan imunisasi campak dan rubella di Kota Banjarmasin ini, karena adanya fatwa MUI beberapa waktu lalu,” ujar Ibnu.

Menurut Ibnu, masyarakat Kota Banjarmasin merupakan warga yang agamis, sehingga fatwa tersebut sangat penting bagi warga kota ini.

“Warga Kota Banjarmasin sangat menghormati fatwa tersebut,” ucap Ibnu.

Namun meski begitu, Ibnu mengharapkan, sampai akhir tahun mendapat cakupan imunisasi MR di Kota Banjarmasin bisa mencapai 40 persen.

Meski begitu, lanjut Ibnu, dalam pelaksanaan imunisasi MR di Kota Banjarmasin ini, tidak ada paksaan bagi warga. Apakah ingin melakukannya atau tidak.

“Begitu juga untuk para siswa di sekolah. Tidak boleh dipaksakan, baik itu oleh guru dan lainnya,” ujar Ibnu lebih lanjut.

Ibnu mengatakan, dalam pelaksanaan imunisasi MR ini, semuanya diserahkan kepada orangtua anak masing-masing. (SRI/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.