18 Juni 2021

Penghapusan Denda Pajak Kendaraan Bermotor, Dorong Realisasi Pendapatan Daerah Hingga Rp 1,97 T

2 min read

Kepala Bakeuda Kalsel

BANJARMASIN – Sejak diluncurkan secara resmi oleh gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, pada puncak peringatan HUT provinsi awal Agustus lalu, ternyata program pembebasan denda pajak kendaraan bermotor serta bea balik nama kendaraan bermotor untuk kepemilikan kedua dan seterusnya, sangat diminati oleh wajib pajak. Khususnya bagi wajib pajak yang memiliki tunggakan hingga 5 tahun ke atas. Karena setidaknya para wajib pajak itu, hanya perlu melunasi tunggakan pajaknya saja, dan tidak perlu memikirkan denda yang harus dibayarkan. Antusiasme para penunggak pajak inj, tentunya membawa angin segar bagi pencapaian realisasi penerimaan pendapatan pajak daerah provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (Bakeuda) provinsi Kalimantan Selatan Aminuddin Latif, hingga triwulan III tahun 2018, sudah mencapai 1 koma 97 trilyun rupiah, atau mencapai 69,88% dari target sebesar 2,82 trilyun rupiah.

“Pencapaian ini jauh lebih besar dibanding periode yang sama tahun 2017 lalu, yang hanya sebesar 1 koma 55 trilyun rupiah. Dengan kata lain ada kenaikan sebesar 27,13% dibanding tahun 2017,” jelasnya kepada Abdi Persada FM.

Amin (sapaan akrabnya) mengatakan, peningkatan capaian realisasi penerimaan pendapatan pajak daerah provinsi Kalimantan Selatan, sangat terasa pada satu bulan pasca diluncurkannya program pembebasan denda keterlambatan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Pada bulan pertama sejak dijalankan, setoran pajak kendaraan bermotor di Kalimantan Selatan, sudah mencapai hingga 10 miliar rupiah. Paling besar adalah pada UPPD Samsat Banjarmasin 2, dimana sebanyak seribu lebih wajib pajak mengikuti program ini,” katanya.

Data Bakeuda Kalimantan Selatan menunjukkan,  pencapaian pajak kendaraan bermotor pada triwulan III tahun 2018 mencapai 467, 391 miliar rupiah lebih. Pencapaian ini adalah ketiga terbesar untuk realisasi penerimaan pendapatan pajak daerah, hingga triwulan III tahun 2018. Nilai ini naik 4,96 persen dibanding realisasi tahun 2017, pada periode yang sama, yakni sebesar 445,324 miliar rupiah. (RIW/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.