5 Maret 2021

Inginkan Hasil Hutan Kalsel Dikenal Dunia, Paman Birin Resmikan Pusat Pemasaran Hasil Hutan

2 min read

Gubernur Kalsel saat membeli produk madu di Pusat Pemasaran Hasil Hutan (PPHH) Kalsel pada Senin (15/10) .

BANJARMASIN – How much? Pertanyaan dalam bahasa Inggris yang berarti berapa harganya, meluncur dari mulut Paman Birin (sapaan khas gubernur Kalimantan Selatan – Sahbirin Noor) saat melihat secara langsung beragam produk kerajinan dari rotan, yang dipamerkan di Pusat Pemasaran Hasil Hutan (PPHH) Kalimantan Selatan, kawasan jalan Gatot Subroto Banjarmasin. Tas punggung terbuat dari rotan yang dikenal dengan sebutan Butah oleh suku Dayak, adalah produk yang menjadi sasaran pertanyaan gubernur, saat pembukaan PPHH pada Senin (15/10). Setelah mengetahui harganya, Paman Birin pun memilih tas berukuran sedang, dan meminta sang ajudan untuk membawa dan membayarnya di kasir. Kemudian gubernur pun beralih ke bagian produk hasil hutan, yang dapat dikonsumsi. Disinipun Paman Birin membeli madu khas Kalimantan Selatan.

Kepada wartawan yang mengikutinya berkeliling, gubernur Sahbirin Noor mengatakan, keberadaan PPHH ini akan sangat membantu provinsi Kalimantan Selatan memasarkan produk unggulannya, terutama yang merupakan hasil hutan di provinsi ini.
“Di kabupaten kota memang ada Dekranasda yang memiliki fungsi serupa. Namun PPHH ini berbeda, karena dapat memamerkan sekaligus memasarkan produk hasil hutan, yang selama ini kebanyakan dilakukan secara perorangan atau mandiri. Seperti madu kelulut, kalau tidak difasilitasi di PPHH, maka tidak semua masyarakat akan mendapatkannya dengan mudah,” jelasnya.
Selain itu menurut gubernur, produk yang dipasarkan di PPHH, harus melewati uji kualitas terlebih dulu, sehingga terjamin mutunya. Dengan begitu, maka setiap pengusaha atau pelaku UKM yang menginginkan produknya dipamerkan dan dipasarkan di PPHH, harus mengasah kreativitasnya untuk dapat bersaing dan menarik pembeli.

Sementara itu, menurut kepala dinas kehutanan Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq, PPHH ini adalah yang pertama kalinya di Indonesia, dan mendapat apresiasi langsung dari menteri lingkungan hidup dan kehutanan Siti Nurbaya Bakar.
“Bahkan ibu menteri pun sudah menyampaikan kajian analisis keuangannya ke kementrian dalam negeri, sebagai bentuk dukungan terhadap PPHH Kalimantan Selatan ini,” jelasnya.
Hanif menambahkan, setiap pengusaha besar maupun sektor UKM, dapat memanfaatkan PPHH untuk memasarkan produknya dalam jumlah besar maupun kecil. Karena PPHH mengakomodasi semua produk hasil hutan, khususnya yang memiliki kekhasan Kalimantan Selatan dan sudah lulus uji kualitas.
“Kami juga menginginkan, saat para tamu duta besar dan diplomat senior berkunjung ke sini besok (Selasa 16/10), akan ada investasi yang terpikirkan oleh mereka. Jadi tidak hanya sekadar berbelanja produk hasil hutan, dalam skala kecil,” harap Hanif terkait masa depan pemasaran produk hasil hutan di PPHH, saat mendapat kunjungan para tamu asing kegiatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 pada Selasa (16/10).

Pusat Pemasaran Hasil Hutan (PPHH) Kalimantan Selatan, terdiri dari sejumlah ruangan yang memiliki fungsi berbeda. Di bagian depan ada ruang pamer produk, yang menjadi etalase bagi pengunjung untuk memilih produk hasil hutan yang diinginkannya. Seperti madu kelulut, sirup kayu manis, serta kerajinan dari rotan dan purun. Kemudian di bagian samping terdapat toko atau mart, yang tidak hanya memasarkan produk hasil hutan, tetapi juga produk cemilan unggulan khas Kalimantan Selatan. Diantaranya permen gula aren, amplang dan ikan saluang goreng. Selanjutnya di bagian belakang juga terdapat ruangan menyerupai kafe, dimana pengunjung dapat menikmati minuman khas Kalimantan Selatan. (RIW/FHF/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.