15 Juni 2021

Tawarkan Halte Ke Pengusaha, BRT Ditarget Beroperasi 2019 Di Banjarbakula

2 min read

Wakil Gubernur Rudy Resnawan.

BANJARMASIN – Sebagai bagian dari rencana pembangunan kota metropolitan Banjar Bakula, tersedianya armada angkutan transportasi massal yang nyaman dan memadai bagi masyarakat, tentunya adalah suatu keharusan. Hal itu untuk memudahkan mobilitas masyarakat di 5 kabupaten/kota berdekatan, yang masuk dalam kota metropolitan Banjar Bakula. Yakni kota Banjarmasin dan Banjarbaru, kabupaten Barito Kuala, kabupaten Banjar dan Tanah Laut. Bus Rapid Transit (BRT) adalah armada angkutan darat massal yang dipilih, untuk menghubungkan 5 kabupaten/kota Banjar Bakula. Bentuk fisik dan kenyamanannya yang mirip dengan armada Trans Jakarta, dipercaya akan memudahkan konektivitas masyarakat. Hanya saja, saat ini pengoperasian BRT masih terkendala belum terbangunnya halte, di 6 koridor yang ditetapkan. Demi mempercepat pengoperasian BRT, dimana armada angkutannya sudah tersedia, maka pemerintah provinsi Kalimantan Selatan pun menggelar company gathering, yang mengundang sejumlah perusahaan dan pengusaha se Kalimantan Selatan, pada Sabtu malam (6/10) di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin. Tujuannya meminta bantuan mereka, untuk membangunkan halte BRT.

Menurut wakil gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan, dari 112 halte yang harus dibangun di 2 koridor pada tahun ini hingga tahun 2019, masih tersisa 35 spot yang ditawarkan saat company gathering berlangsung.
“Tidak ada unsur paksaan, ataupun perintah kepada perusahaan atau pengusaha, untuk membangun halte BRT. Kami sepenuhnya hanya menawarkan saja, terserah kepada mereka apakah akan ikut turut serta memajukan pembangunan di Banua ini, atau tidak,” jelasnya.
Ia menambahkan, akan ada kompensasi bagi setiap perusahaan atau pengusaha yang bersedia membantu membangun halte BRT.
“Mereka dapat beriklan produk di halte yang mereka bantu pembangunannya. Namun nantinya akan ada perjanjian tersendiri, soal berapa lama promo produk tersebut dapat disertakan di halte,” tutupnya.

Sementara itu, menurut kepala dinas perhubungan Kalimantan Selatan Rusdianyah, keberadaan BRT nantinya, dipastikan tidak akan mematikan moda transportasi yang sudah ada selama ini, seperti angkot dan taksi kuning.
“Hanya trayek mereka yang akan berubah. Karena akan dijadikan sebagai angkutan penghubung ke halte BRT.
“Angkutan penghubung ini yang akan mendatangi masyarakat pengguna kendaraan umum, hingga ke kawasan komplek pemukiman atau pasar, yang jauh dari halte BRT. Contohnya dari kawasan perkantoran di Cempaka, menuju halte BRT terdekat di kawasan jalan Trikora Banjarbaru,” jelasnya.
Rusdiansyah menambahkan, untuk tahap awal ini BRT baru menghubungkan 3 kabupaten/kota Banjar Bakula. Yakni kota Banjarmasin, Banjarbaru dan kabupaten Banjar.
“Koridor pertama menghubungkan kota Banjarmasin hingga kabupaten Banjar, melalui kawasan jalan Ahmad Yani. Sedangkan koridor dua, menghubungkan 3 kabupaten/ kota tersebut melalui jalur jalan Trikora Banjarbaru.

Pada saat company gathering berlangsung, sejumlah perusahaan dan pengusahandipastikan bersedia membantu pembangunan halte BRT di beberapa titik. Bahkan untuk memastikan niat mereka tersebut, para pengusaha tidak segan untuk langsung menandatangani surat perjanjian bermaterai, yang sudah disiapkan pihak panitia. (RIW/FHF/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.