BanjarNews

Laga Sengit Martapura FC VS Persiba Balikpapan

BANJAR – Liga 2 Indonesia antara Martapura FC menjamu lawannya Persiba Balikpapan yang di gelar di Stadion Demang Lehman Martapura, Selasa (9/10) sore berakhir dengan skor imbang 1-1.

Martapura FC yang sempat unggul lebih dulu namun Persiba Balikpapan bisa menyamakan kedudukan.
Dari Pantauan Abdi Persada FM pada saat pertandingan berlangsung Martapura FC sendiri cukup dominan sejak awal babak pertama, sehingga Martapura FC mampu mencetak gol di menit 21 oleh sang Kapten Qischil G. Minny hasil umpan datar Aditya Putra Dewa yang dikonversi menjadi gol cantik dengan menggunakan backhell dan membobol gawang Persiba Balikpapan yang dikawal Aji Bayu.

Sayang keunggulan ini tak bertahan lama. Tim tamu Persiba Balikpapan mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol sang striker Sandi Septian di menit 25.

Pertandingan berjalan cukup keras. Sejumlah pelanggaran keras dan benturan terjadi dalam laga bertajuk Derby Borneo ini, sehingga atmosfir mempertandingkan Martapura FC vs Persiba Balikpapan sangat terasa, ketika gemuruh seruan pendukung Martapura FC yang nampak kecewaan terhadap ulah permainan Persiba Balikpapan yang sedikit-sedikit cidera ketika bergesekan antar pemain di Stadion Demang Lehman Martapura,

Dalam pertandingan yang berjalan nampak cukup keras tersebut, nampak dibabak kedua sejumlah pelanggaran benturan-benturan pemain sangat sering terjadi, dampaknya terlihat terhadap permainan Persiba Balikpapan yang sering jatuh dan cidera sehingga sering ditandu keluar lapangan, tentunya hal ini menimbulkan kesan drama bagi suporter Martapura FC yang seakan memperlambat tempo permainan, dan lantas juga memancing emosi beberapa pemain Martapura FC, alhasil benturan pun hampir terjadi.

Ketika sesi jumpa pers Pelatih Kepala Persiba Balikpapan Haryadi mengatakan dalam hasil imbang tersebut pihaknya mendapatkan satu point untuk memasuki laga berikutnya, sementara terkait dugaan drama cidera yang sangat sering terjadi untuk memperlambat tempo permainan Haryadi berdalih dengan alasan kondisi anak asuhnya yang memang kelelahan karena kurang istirahat mengingat jarak waktu hanya dua hari untuk off dan beristirahat selang laga sebelumnya.

“Mereka banyak tumbang pada babak kedua itu, bukan merupakan suatu strategi, mereka hanya kelelahan, karena istirahannya yang kurang, sehingga itu sangat menguras tenaga,” akunya.

Sementara itu di sisi lain Pelatih Kepala Martapura FC Frans Sinarta Huwae nampak mengutarakan kekecewaannya karena di kandang sendiri hanya bisa meraih satu point dan nampak sangat tidak puas dengan beberapa keputusan oleh wasit.
“Di kandang sendiri kita kekurangan dua point, itu tidak ada dalam harapan kami, namun itulah hasil dari pertandingan, namun jujur saya hari ini sangat kecewa dengan keputusan wasit, membiarkan lawan yang memperlambat waktu atau tempo permainan,” Ujarnya dengan nada kecewa. (AF/FHF/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat