20 Juni 2021

Hujan Datang, Kabut Asap Pun Hilang

2 min read

Gubernur Kalsel saat dimintai keterangan oleh wartawan pada Senin (8/10).

BANJARMASIN – Selama beberapa hati terakhir ini, sebagian wilayah Kalimantan Selatan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras. Terutama pada siang hingga menjelang petang. Bahkan pada Sabtu (6/10) lalu, hujan berlangsung lumayan lama. Kondisi ini tentunya sangat menguntungkan bagi provinsi Kalimantan Selatan, yang saat ini tengah menghadapi bencana kabut asap akibat kebakaran lahan di beberapa wilayah kabupaten kota. Hal itu diakui gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, saat ditemui wartawan usai melantik bupati Tanah Bumbu pada Senin (8/10) di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.

“Alhamdulillah, banua kita diguyur hujan. Padahal kita bersama satgas siap mengepung api, untuk memadamkan api yang saat ini mengepung kita. Tapi ternyata Allah memberikan pertolongan, dengan menurunkan hujan,” ujar gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.
Paman Birin berharap kondisi ini dapat terus bertahan hingga sepekan ke depan. Mengingat Kalimantan Selatan akan menjadi tuan rumah Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat nasional tahun 2018. Sebab jika kebakaran lahan masih terjadi, tentunya akan sangat mengganggu jalannya kegiatan, salah satunya dengan kemunculan kabut asap.
“Karena itu saya meminta masyarakat yang memiliki lahan tidur, untuk menggarap lahannya itu. Agar lahannya menjadi produktif, dan tidak hanya ditumbuhi ilalang, yang rentan terbakar pada musim kemarau seperti saat ini,” tambahnya.

Sementara itu di tempat yang sama, dandrem 101 Antasari Banjarmasin sekaligus ketua satgas Karhutla Kalimantan Selatan Syaiful Rahman mengatakan, hujan yang mengguyur wilayah Kalimantan Selatan, membuat jumlah titik api terus menurun. Bahkan berdasarkan pantauan satelit pada Senin pagi (8/10), tidak terdeteksi adanya titik api atau zero hotspot.
“Ini juga berkat usaha seluruh pihak untuk sama – sama berjibaku memadamkan titik api. Baik dari unsur satgas, barisan pemadam kebakaran swasta dan masyarakat umum,” jelas pejabat yang baru tiga pekan menjadi dandrem 101 Antasari Banjarmasin tersebut.
Meski begitu Syaiful tetap mengingatkan seluruh pihak untuk waspada, terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api, khususnya di sejumlah kawasan rawan kebakaran. Seperti kawasan sekitar bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, kabupaten Banjar, Bati – Bati Tanah Laut, serta Jejangkit Barito Kuala yang juga menjadi lokasi pelaksanaan HPS 2018. (RIW/FHF/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.