13 April 2021

Gubernur : Orang Banjar Itu Cepat Terenyuh dan Tidak Segan Membantu

2 min read

Gubernur Kalsel (kacamata hitam) berfoto di depan tumpukan bantuan dari masyarakat Kalsel untuk korban bencana di Sulteng di dalam lambung KRI Surabaya 591 pada Jum'at (5/10).

BANJARMASIN – Berpakaian resmi serba putih, seragam ciri khas kepala daerah, Paman Birin sapaan khas gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, secara resmi melepas keberangkatan KRI Surabaya 591 pada Jum’at pagi (5/10) di dermaga 100 pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Sebelum melepas keberangkatan kapal milik TNI Angkatan Laut tersebut, Paman Birin menyempatkan diri meninjau secara langsung, ratusan ribu dus bantuan dari seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Selatan yang bertumpuk di lambung kapal, untuk korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Mulai dari pakaian layak pakai, hingga makanan instan dan air mineral yang memang sangat dibutuhkan para korban. Sejak Kamis (4/10) KRI Surabaya 591 sudah berlabuh di pelabuhan Trisakti Banjarmasin, hanya untuk mengambil tumpukan bantuan dari masyarakat Kalimantan Selatan, untuk membantu saudara sebangsa di Sulawesi Tengah, yang sedang tertimpa musibah.
Saat ditanyai wartawan, gubernur Sahbirin Noor mengatakan, sangat bangga dengan antusiasme masyarakat Kalimantan Selatan membantu para korban bencana di Palu, Donggala dan sekitarnya.
“Orang Banjar itu sejak dulu dikenal baik hati, dan mudah terenyuh dengan penderitaan orang lain. Apalagi jika saudaranya yang mengalami musibah, maka mereka dengan senang hati membantu. Walau hanya dengan satu lembar daster dan satu kotak mie instan, mereka akan sukarela mengulurkan bantuan,” katanya.

Sementara itu, tiga jam sebelum keberangkatan KRI Surabaya 591 ke Balikpapan, tepatnya pukul 07.00 WITA, kapolda Kalimantan Selatan Yazid Fanani juga melepas secara resmi 35 ton bantuan dalam bentuk barang, bagi korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Selain itu asa pula bantuan dalam bantuk uang, sebesar 1,3 miliar rupiah.
“Bantuan yang kami berikan untuk korban bencana di Sulawesi Tengah ini, merupakan hasil sumbangan dari seluruh personil di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Sumbangan dikumpulkan sejak beberapa hari, pasca bencana terjadi pada Jum’at pekan lalu,” jelas Yazid.
Kapolda menambahkan, bantuan barang yang disalurkan polda Kalimantan Selatan, diangkut dengan 7 truk puso atau truk ukuran besar, yang akan dibawa oleh KRI Surabaya 591 ke wilayah bencana.
“Yang dilepas hari ini hanya dua truk saja, sementara lima truk lainnya yang berisi bantuan dalam bentuk barang, sudah berada di KRI Surabaya 591 sejak Kamis 4 Oktober kemarin,” tambahnya.
Bantuan yang diberikan diantaranya berupa beras, mie instan, popok dan makanan bayi, pembalut wanita, makanan ringan, air mineral, pakaian layak pakai, handuk, selimut dan sarung, yang total berat semuanya mencapai 35 ton.

KRI Surabaya 591 diperkirakan tiba di Sulawesi Tengah, dalam 2 hingga 3 hari ke depan. Sebab kapal ini masih harus singgah di Balikpapan, menjemput sekitar 200 lebih personil Yonzipur 17 beserta perlengkapan, untuk dibawa ke Sulawesi Tengah. Selain itu, kapal ini juga membawa dua warga sipil asal Banjarmasin, yang ingin mencari keluarganya di daerah bencana. Salah seorang diantaranya adalah Maidian, yang mengaku sudah putus kontak dengan istri dan anaknya sejak bencana terjadi. (RIW/FHF/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.