12 April 2021

Kalsel Berpeluang Besar Jadi Tuan Rumah MTQ 2020

2 min read

Kakanwil kementrian agama Kalsel saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Rabu malam (3/10)

BANJARMASIN – Tahukah Anda, ternyata provinsi Kalimantan Selatan pernah menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) III tahun 1970 lalu. Jika dihitung-hitung, itu adalah peristiwa 48 tahun lalu. Karena alasan itu pulalah, maka gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, sangat menginginkan provinsi ini kembali menjadi tuan rumah MTQ. Keinginan itu disampaikan gubernur, saat memberikan sambutan saat melepas secara resmi Kafilah Kalimantan Selatan ke MTQ XXVII di Medan Sumatera Utara, pada Rabu malam (3/10) di gedung Mahligai Pancasila.
“Saya sangat ingin kita menjadi tuan rumah MTQ tahun 2020 nanti. Khususnya saat saya masih menjabat sebagai gubernur Kalimantan Selatan. Karena itu menjadi salah satu keinginan yang sangat ingin dicapai, saat saya menjabat,” jelas gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.
Selain itu, jika Kalimantan Selatan terpilih menjadi tuan rumah MTQ, maka itu akan menjadi penghibur bagi masyarakat, pasca kegagalan provinsi ini menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2024 mendatang.
“Karenanya saya berpesan kepada kakanwil kementrian agama Kalimantan Selatan, untuk benar – benar berjuang untuk memenangkan Banjarmasin sebagai tuan rumah MTQ 2020,” tukasnya.

Menanggapi permintaan ini, kakanwil kementrian agama Kalimantan Selatan Noor Fahmi mengatakan, kesempatan untuk menjadi tuan rumah MTQ 2020 sangat terbuka lebar. Apalagi pesaing Kalimantan Selatan hanya tertinggal provinsi Sumatera Barat. Dengan kata lain, kesempatannya adalah 50 berbanding 50 antara kedua provinsi.
“Bahkan tim dari kementrian agama pusat juga¬† sudah melakukan verifikasi lapangan, untuk memastikan kesiapan Banjarmasin sebagai tuan rumah. Diantaranya terkait lokasi acara, serta sarana dan prasarana penunjang. Seperti ketersediaan transportasi dan tempat menginap atau hotel,” jelasnya.
Kepastian soal provinsi mana yang menjadi tuan rumah MTQ XXVIII tersebut, hanya tinggal menunggu hasil keputusan dari menteri agama Lukman Hakim Saifuddin.
“Oleh karena itu kami sudah melayangkan surat resmi kepada kementrian, untuk meminta waktu bagi gubernur Kalimantan Selatan bertemu langsung dengan menteri. Tujuannya untuk meyakinkan menteri agama, soal kesiapan menjadi tuan rumah. Namun hingga saat ini, kami belum mendapat kepastian terkait jadwal pertemuan,” jelasnya.(RIW/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.