BanjarNews

Longsornya Jalan Dalam Pagar Dikhawatirkan Mengenai Situs Bersejarah

BANJAR – Jalan Longsor di Desa Dalam Pagar Kecamatan Martapura Timur semakin melebar di khawatirkan tidak hanya menimpa rumah warga namun juga dikhawatirkan mengenai situs bersejarah Syeh Arsyad Albanjari.

Hal ini di ungkapkan Kaur Desa Dalam Pagar Bidang Keuangan Aspul Anwar saat di temui wartawan Senin (24/9) saat di tempat lokasi longsor, Aspul mengungkapkan situs bersejarah tersebut yakni musolla Hidayah dan bekas rumah Syeh Arsyad Albanjari yang biasa dikenal dengan Datu Kelampayan.

Menurutnya Musolla dan bekas rumah tersebut dulunya sebagai tempat mengajar datu kalampayan dan situs sejarah ini patut di lestarikan, dan dibangunnya jalan tersebut juga sebagai pelestarian situs sejarah. Oleh karena itu longsornya jalan di daerah tersebut di khawatirkan akan terkena situs bersejarah ini.
” Di buatnya jalan ini juga sebagai pelestarian situs bersejarah datu kalampayan dan jarak longsornya ke situs bersejarah ini kurang lebih 30 meter,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Warga Desa Dalam Pagar RT. 1 H Arif yang berdekatan dengan situs tersebut berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk jalan yang longsor untuk segera perbaiki, mengingat setiap tahunnya di musholla ini juga digelar haul datu kalampayan yang didatangi ribuan jama’ah.

Sementara itu, Selasa (25/9), Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan meninjau kembali ke lokasi longsor, untuk melihat seberapa parah melebarnya kondisi longsor tersebut. Peninjauan yang langsung dilakukan Kepala Dinas PUPR Roy Rizali Anwar bersama stafnya.

Dari hasil pantauan pihaknya memang terjadi penambahan kondisi longsor sekitar 160 meter hingga 170 meter. Oleh karena itu pihaknya telah menginstruksikan kepada kontraktor untuk memotong segmen-segmen jalan yang retak agar beban longsor tidak tertarik sehingga dapat mengurangi ambruk. Roy mengatakan untuk penanganan jalan yang ambruk ini pihaknya tetap menyerahkan pada kontraktor karena menurutnya jalan ini masih tahap pemeliharaan hingga Nopember 2018 nanti.

Roy juga menambahkan pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari pihak independen yakni dari ULM (Universitas Lambung Mangkurat).
“kami sudah berkirim surat ke pihak ULM untuk melakukan investigasi, kami harap hasilnya bisa dengan cepat di ketahui apakah penyebabnya dan bagaimana cara penanganannya nanti,” ujar Roy.

Seperti di informasikan sebelumnya longsor sudah merambat yang tadinya 80 meter menjadi 120 meter dan baru-baru ini sudah mencampai 170 meter. (AF/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat