18 April 2021

Demi HPS, Bpbd Kalsel Kerahkan Tiga Helikopter

2 min read

Kepala BPBD Kalsel (baju hitam) dengan latar belakang kebakaran di lokasi HPS Jejangkit.

KALSEL – Hingga menjelang akhir September 2018 ini, setidaknya sudah terjadi 670 kali lebih kebakaran lahan, yang tersebar di seluruh provinsi Kalimantan Selatan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan berupa helikopter, untuk melakukan water bombing atau pengeboman air dari udara, tepat di atas titik api. Terutama di kawasan yang sulit terjangkau pasukan satgas darat. Tahun ini, BNPB setidaknya sudah mengirimkan 3 unit helikopter untuk program bantuan pemadaman kebakaran di Kalimantan Selatan. Ketiganya pun sudah dioptimalkan bekerja setiap hari, dengan masing – masing memiliki kewajiban terbang selama 100 jam.

Tiga helikopter inilah yang akhir-akhir ini terlihat di atas langit Kalimantan Selatan, membawa satu kantong besar tergantung di bagian bawah, dimana didalamnya terdapat air untuk memadamkan titik api. Termasuk di lahan Jejangkit Barito Kuala yang menjadi lokasi puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat nasional tahun 2018. Mengingat selama beberapa hari terakhir ini, sejumlah titik api muncul di lokasi HPS tersebut.
Kepada Abdi Persada FM, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan Wahyudin menjelaskan, titik api di lokasi Jejangkit mudah sekali menjalar dan bertambah banyak, mengingat kondisi cuaca terik dan angin yang berhembus dengan kencang.
“Untungnya lahan yang terbakar di Jejangkit, bukanlah lahan yang sudah digarap. Ada orang yang sengaja membakar, untuk membuka lahan. Meski tidak mengganggu persiapan HPS, namun kami tetap menurunkan 3 unit helikopter untuk memadamkan api dari udara. Soalnya tim satgas darat kesulitan menjangkau lokasi,” jelas Ujud (sapaan akrab Wahyudin).

Sayangnya menurut Wahyudin, helikopter bantuan BNPB tersebut, tidak dapat bekerja selama 24 jam. Setiap helikopter sudah harus mendarat kembali di pangkalan di bandara Syamsudin Noor, pada pukul 18.00 WITA.
“Karena jarak pandang pilot helikopter terbatas pada malam hari, maka demi keamanan, helikopter hanya bekerja pada pagi hingga sore hari,” tambahnya.
Sehingga pasukan satgas darat, mau tidak mau harus bekerja hingga malam hari, untuk memadamkan api yang masih berkobar. Apalagi jika titik api, lokasinya berdekatan dengan pemukiman penduduk.
“Bahkan Paman Birin juga ikut turun tangan membantu proses pemadaman. Yaitu pada Senin malam 24 September lalu, saat banyak titik api muncul pada malam hati. Diantaranya di kawasan Jejangkit, Danau Caramin dan Pengayuan. Ini membuktikan rasa tanggung jawab yang besar dari seorang pimpinan, untuk memastikan kebakaran lahan dapat diatasi dan tidak sampai merugikan masyarakat,” tutupnya. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.