BanjarNews

Lahan Terbakar, MIN 10 Pilih Pulangkan Siswanya

BANJAR – Kasus kebakaran lahan pada musim kemarau seperti saat ini, bukanlah sesuatu yang baru bagi sebagian besar penduduk di Kalimantan Selatan. Maklum, hampir setiap tahun provinsi ini menjadi langganan kasus kebakaran lahan. Khususnya di lahan rawa, atau semak-semak yang jumlahnya masih cukup banyak di provinsi ini. Salah satunya di sepanjang jalan Ahmad Yani kilometer 10 hingga mendekati kawasan bandara Syamsudin Noor, masih banyak lahan kosong di kanan kiri jalan. Namun ada yang berbeda pada insiden kebakaran lahan, di jalan Ahmad Yani kilometer 15 Gambut pada Selasa (25/9) sekitar pukul 10.30 pagi.

Karena posisinya yang cukup dekat dengan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Banjar, maka tindakan cepat pun diambil pihak sekolah. Yakni dengan memulangkan lebih awal ratusan siswanya, demi keamanan mereka.

Kepada Abdi Persada FM, Wakamad Kurikulum MIN 10 Banjar Jasriati mengatakan, tindakan memulangkan siswa lebih cepat, adalah yang terbaik. Mengingat lokasi kebakaran hanya berjarak 10 meter dari ruang belajar siswa.
“Kami sudah biasa dengan kebakaran lahan di sekitar sekolah. Tapi tadi kebakarannya terlalu dekat, dan asapnya sangat mengganggu. Sekitar setengah jam sejak kemunculan api, kami pun memutuskan untuk memulangkan para siswa,” jelas Jasriati.
Alasan lainnya adalah agar proses pembasahan oleh Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dapat berjalan lancar, tanpa terganggu aktivitas anak-anak. Walaupun saat proses pemadaman berlangsung, sejumlah anak masih berada di lokasi, karena menunggu dijemput orangtuanya.

Sementara itu, menurut salah seorang anggota BPK Kertak Hanyar Saidillah, penduduk setempat dan unsur kelurahan serta kecamatan sudah memiliki protap, untuk mengantisipasi kemunculan titik api. Terutama yang berdekatan dengan kawasan pemukiman penduduk.
“Kami langsung sigap ke lokasi, begitu mendapat laporan dari masyarakat. Apalagi titik apinya sangat dekat dengan sekolah dan pemukiman,” katanya.
Kejadian kebakaran di lokasi yang tepat berada di pinggir jalan provinsi tersebut, sudah sering terjadi. Bahkan dalam seminggu ini sudah dua kali terjadi kebakaran lahan, di tempat yang sama. Namun baru kali ini, dari beberapa titik api yang muncul, ada satu sampai tiga titik, lokasinya sangat dekat dengan fasilitas sekolah serta kantor perusahaan otomotif. Sehingga cukup menyita perhatian para pengendara yang melintas, meski tidak sampai memacetkan arus lalu lintas. Mengingat asap yang dihasilkan kebakaran lahan tersebut, berwarna kuning kegelapan dan terlihat dari jarak yang cukup jauh.

Data BPBD Kalimantan Selatan menyebutkan, hingga Selasa, 25 September 2018 sudah terjadi 676 kali kebakaran lahan, dengan luasan lahan yang terbakar mencapai 2.962,1 hektar. Kabupaten Banjar menduduki posisi pertama dengan jumlah luasan lahan terbakar paling luas, yakni hingga 731 hektar. Disusul kabupaten Tapin dengan 549,15 hektar, dan kota Banjarbaru dengan 543,02 hektar. (RIW/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat