10 Mei 2021

Akhirnya, Helikopter Bantuan BNPB Datang Juga

2 min read

Helikopter Membawa Air Untuk Memadamkan Api Di Titik Yang Tidak Terjangkau Pasukan Darat.

BANJARBARU – Setelah ditunggu-tunggu selama kurang lebih dua pekan, helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) datang juga di bandara Syamsudin Noor, pada Minggu (26/8). Kedatangan helikopter untuk bantuan pemadaman api dari udara ini, sudah ditunggu sejak awal Agustus lalu, atau sebelum pembukaan ASIAN GAMES 2018. Namun ternyata jelang berakhirnya bulan Agustus, helikopter yang dijanjikan baru mendaratkan baling-balingnya di provinsi ini. Tak tunggu lama, sehari setelah kedatangannya di Banua, helikopter ini langsung bekerja pada Senin (27/8).

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan Wahyudin mengatakan, pemadaman api dari udara sudah sangat mendesak dilakukan pada Agustus ini. Mengingat luasan kebakaran hutan dan lahan sudah semakin masif, dan terjadi di titik-titik yang sulit dijangkau pasukan darat.
“Agustus dan September ini memang puncak musim kemarau di Kalimantan Selatan, sehingga suhu udara pun sudah semakin panas. Akibatnya kebakaran lahan dapat dengan mudah terjadi,” jelas Ujud (sapaan akrabnya).
Apalagi 99 persen kebakaran hutan dan lahan yang terjadi tahun ini, merupakan kelalaian manusia. Atau dengan kata lain, sengaja dilakukan pembakaran.
“Sayangnya kami tidak punya bukti, sehingga tidak dapat membawa kasus ini ke ranah hukum. Padahal akibat perbuatan oknum itu, kebakaran selalu terjadi berulang-ulang setiap harinya di tempat yang sama,” tambahnya lagi.

Menurut Wahyudin, pemadaman yang dilakukan helikopter bantuan dari BNPB, diutamakan di wilayah yang memang sulit dijangkau oleh pasukan darat.
“Selain itu juga di wilayah yang berdekatan dengan titik vital fasilitas transportasi seperti bandara. Yakni kawasan kota Banjarbaru, kabupaten Banjar dan Tanah Laut,” jelasnya.

Wahyudin berharap, helikopter kedua datang sesuai janji, yakni pada Rabu (29/8) untuk membantu kegiatan patroli dari udara.
“Kami berharap akan ada 7 helikopter yang datang ke Kalimantan Selatan.Tapi jikapun tidak sesuai dengan keinginan, kemungkinan hanya ada 5 helikopter bantuan seperti tahun lalu,” tutupnya.

Data BPBD menyebutkan, hingga Selasa (28/8) tercatat 403 kali kejadian kebakaran lahan di Kalimantan Selatan, dengan luasan 1.394,5 ha. Yakni di kota Banjarbaru 366,6 ha, Tanah Laut 293,8 ha, Banjar 270,1 ha, Hulu Sungai Selatan 133,1 ha, Tapin 127,15 ha, Hulu Sungai Utara 95,5 ha, Tanah Bumbu 36 ha, Balangan 24,5 ha, Tabalong 17 ha, Hulu Sungai Tengah 16,55 ha, Kotabaru 7,9 ha, dan Barito Kuala 4,3 ha serta kota Banjarmasin 2 ha. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.