6 Maret 2021

Banjar Berhasil Kembangkan Bawang Merah

2 min read

Hasil Panen Tanaman Bawang Merah dari Desa Kahelaan Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar.

BANJAR – Petani Desa Kahelaan Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar, berhasil mengembangkan tanaman bawang merah.

Bawang merah varietas Brebes tersebut berhasil tumbuh subur di lahan perbukitan, dan ditanam di saat musim kemarau.
Meski baru ujicoba, namun hasil yang diperoleh petani bawang merah Desa Kahelaan cukup menggembirakan. Dari lahan 1 hektare, berhasil panen sekitar 6 ton, dengan waktu tanam 65 hari.
“Seandainya, bisa dipertahankan hingga 75 hari kami yakin hasilnya akan lebih banyak, ” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten banjar, Mochammad Fachry, di Martapura, Minggu (26/8).

Tapi dengan hasil ini pun Fachry mengaku sudah sangat gembira. Berdasarkan informasi petani lanjutnya, modal yang dikeluarkan untuk menanam bawang di lahan 1 hektare sebesar Rp50.560.000.
Bawang merah dijual di tingkat petani seharga Rp15.000 per kilogram, sehingga potensi penghasilan Rp90.000.000.
Sebelumnya Dinas TPH kabupaten banjar beberapa kali mengalami kegagalan mengembangkan tanaman bawang merah, karena cuaca. Keberhasilan panen bawang merah di Desa Kahelaan ini akan disampaikan kepada Dinas tanaman Pangan dan Holtikuluta Provinsi Kalimantan Selatan, agar nantinya bisa menyokong pengembangan bawang merah di Kabupaten Banjar.
Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Kahelaan Kecamatan Sungai Pinang, Luthfi menerangkan, tanaman bawang merah tersebut merupakan bantuan dari Provinsi Kalimantan Selatan.
Petani yang diserahkan untuk menanam yakni, Udi, Hadi Laksono dan Yandi yang tergabung dalam Kelompok Tani Sri Rejeki di bawah naungan Gapoktan Harapan Masa.
Diceritakan, awalnya mencoba demplot di lahan 1 borong atau 17×17 m dan berhasil baik. “Dari bibit yang ditanam, bisa panen hingga delapan kali lipat. Maka keberhasilan ini kemudian dikembangkan di lahan yang lebih luas, ” jelasnya.
Lahan yang dipilih yakni lahan perbukitan namun berada di pinggiran sungai dengan perhitungan lebih mudah melakukan penyiraman. “Kita menanam saat musim kemarau, sehingga perlu sumber air yang kontinyu untuk melakukan penyiraman, ” jelasnya.
Hanya saja, karena pertimbangan cuaca dan penyakit, tanaman bawang merah ini dipanen lebih cepat. “Seandainya, kita bisa tahan hingga usia optimal, kami yakin hasilnya bisa mencapai 8 ton,” pungkas Luthfi. (MCKOMINFOBJR/AF/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.