2 Maret 2021

Apotek di Banjarmasin Dilarang Gunakan Kantong Plastik

2 min read

Pemerintah Kota Banjarmasin Menggelar Sosialisasi Pengurangan Sampah Kantong Plastik Untuk Ritel, Toko Modern, dan Apotik.

BANJARMASIN – Setelah memberlakukan peraturan mengenai pelarangan penggunaan kantong plastik pada ritel dan toko modern, kini Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menerapkan peraturan tersebut, pada apotek yang ada di Kota Banjarmasin.

Hal ini terungkap pada saat sosialisasi pengurangan sampah plastik di Kota Banjarmasin, yang dilaksanakan di aula Kayuh Baimbai, Kamis (23/8).

Narasumber dalam sosialisasi Hamdi menyampaikan, saat ini di Kota Banjarmasin, sudah ada satu apotek yang sudah tidak menggunakan kantong plastik.
“Apotik tersebut menggunakan paper bag (kantong kertas), sehingga hal ini perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak,” ujar Hamdi.

Oleh karena itu, Hamdi mengharapkan, seluruh apotek di Kota Banjarmasin segera melakukan hal tersebut. Agar penggunaan kantong plastik ini, terus mengalami pengurangan di kota ini.
“Apotek yang telah menerapkan pelarangan kantong plastik yakni, Apotik Nahdia Farma. Dan, saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin terus melakukan sosialisasi kepada para pemilik apotek diseluruh Kota Banjarmasin, untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik,” tutur Hamdi lebih lanjut.

Sementara itu, pada sosialisasi pengurangan sampah plastik, Plh Sekda Kota Banjarmasin Gazi Ahmadi. Dalam sambutannya menyampaikan, ia mengakui permasalahan sampah selalu menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Banjarmasin.
“Dari 600 ton timbunan sampah harian di Kota Banjarmasin, 15 persen atau 85 ton sampah-sampah tersebut bersumber dari timbunan sampah plastik berbahan dasar latex yang sulit terurai, serta tidak ramah lingkungan,” ujar Gazi.

Menurut Gazi, untuk kedepannya, aturan pelarangan penggunaan kantong plastik akan menyasar ke apotek dan toko-toko kecil lainnya, dengan harapan semakin mengubah pola pikir masyarakat untuk menggunakan media kantong yang lebih ramah lingkungan.
“Saat ini ada peningkatan pelarangan penggunaan kantong plastik di Kota Banjarmasin. Dari hanya ritel dan toko modern, kini sudah menyasar ke apotek,” ucap Gazi lebih lanjut.

Sedangkan, pemilik Apotek di Kota Banjarmasin minta solusi pengganti kantong plastik lebih murah.
“Peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin mengenai pelarangan kantong plastik ini, kami menilai cukup baik. Sebagai langkah pengurangan sampah kantong plastik. Namun, saat ini kami hanya meminta solusi lain pengganti kantong plastik dari Pemerintah Kota yang harganya lebih murah,” tutur Ahmad.

Menurur Ahmad, harga paper bag saat ini dijual Rp1.500. Sedangkan, harga obat yang ia jual ada seharga Rp1.000 saja. Oleh karena itu, pihaknya meminta harga kantong ramah lingkungan yang lebih murah dari papar bag ini.
“Apa yang menjadi keluhan kami ini, telah disampaikan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin,” ujar Ahmad.

Seperti diketahui, Kota Banjarmasin adalah kota pionir yang melarang penggunaan kantong plastik untuk berbelanja sejak ditetapkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutananan tahun 2016 lalu. Aturan di Banjarmasin memang lebih ketat dibanding daerah lain yang ada di Indonesia. (SRI/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.