NewsProvinsi Kalsel

Ratusan Hektar Persawahan Kalsel Terancam Gagal Panen

KAL-SEL – Kurang lebih dua pekan terakhir, kondisi cuaca di Kalimantan Selatan terasa lebih panas. Mengingat pada Agustus-September ini, merupakan puncak musim kemarau di Kalimantan Selatan. Selain ancaman kebakaran hutan dan lahan, datangnya musim kemarau juga mengancam sektor pertanian, berupa wujud kekeringan. Sebab kekeringan juga menjadi salah satu penyebab puso atau gagal panen.
Hingga pertengahan Agustus ini, dilaporkan sudah ada 750 ha lahan persawahan di kabupaten Tanah Laut yang mengalami kekeringan. Namun belum dapat dipastikan, berapa jumlah lahan yang mengalami puso, akibat kekeringan tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Selatan Faturrahman mengatakan, luas lahan tanam di kabupaten Tanah Laut tahun ini, mencapai 50.000 ha lebih. Sehingga jumlah yang mengalami kekeringan, diperkirakan mencapai sekitar 10 persen.
“Sejauh ini baru kabupaten Tanah Laut yang melaporkan soal bencana kekeringan ini. Sementara kabupaten lumbung pangan lainnya, masih belum ada informasi,” jelas Faturrahman.

Meski begitu Faturrahman optimis, jumlah lahan yang mengalami puso akibat kekeringan ini, tidak sebanyak seperti saat kondisi tahun 2015 dan 2016 lalu.
“Tahun 2015 lalu, puso terjadi pada 8.000 ha lahan pertanian. Jumlahnya turun menjadi 5.000 ha pada tahun 2017. Rata-rata puso terjadi karena kekeringan, banjir atau serangan hama,” jelasnya.

Masih menurut Faturrahman, saat ini seluruh kawasan pertanian di Kalimantan Selatan sudah memasuki masa panen. Yakni mencakup sekitar 582.000 ha lahan yang sudah tertanami.
“Jumlah ini hampir sama dengan tahun lalu, dan masih akan bertambah. Sebab masih ada waktu sekitar 1,5 bulan lagi untuk menambah luasan tanam, setelah masa panen usai,” katanya.

Dengan begitu, target produksi padi Kalimantan Selatan tahun 2018, yang sedikit mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, dapat tercapai. Yakni sekitar 2,52 juta ton gabah kering giling. (RIW/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat