6 Mei 2021

2090 Ha Sawit Akan Diremajakan

2 min read

Sekdaprov Kalsel Abdul Haris (seragam ASN) saat menghadiri sosialisasi peremajaan kelapa sawit pekebun tahun 2018 di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru, Senin (20/8/2018).

BANJARBARU – Sebanyak 2.090 hektar kelapa sawit milik masyarakat akan diremajakan. Peremajaan kelapa sawit ini akan difokuskan pada wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Drs H Abdul Haris M,Si saat membuka sosialisasi peremajaan kelapa sawit pekebun tahun 2018 di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru, Senin, (20/8).

“Kalimantan Selatan menargetkan peremajaan kelapa sawit rakyat sebesar 2090 hektar pada tahun ini yang akan dibiayai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa sawit (BPDP-KS), yang mendapat kesempatan untuk peremajaan adalah Kabupaten Tanah Bumbu seluas 1.750 hektar dan Kotabaru sebanyak 340 hektar, tanaman yang diremajakan adalah kebun masyarakat yang menggunakan benih tidak unggul,” ucapnya.

Dijelaskan Sekda, mengingat peran kelapa sawit dalam menyumbang pendapatan Negara cukup besar, maka upaya menjaga peran kelapa sawit dilakukan secara berkesinambungaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan cara replanting atau peremajaan. Upaya tersebut mengintegrasikan seluruh aspek dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit dalam rangka meningkatkan produktivitas kelapa sawit milik pekebun (masyarakat).

Menurutnya, kelapa sawit di Kalimantan Selatan saat ini luasnya mencapai 404.231 hektar yang terdiri dari perusahaan besar swasta (PBS) 311.670 hektar, perkebunan rakyat 86.822 hektar dan perkebunan besar Negara 5.739 hektar.

Dengan data itu produksi mencapai 1.325.365 ton dan produktivitas CPO 3.288 kg/hektar dan produktivitas inti sawit mencapai 896,6 kg/hektar. Hal ini kurang dari produktivitas normal yang mencapai 3-4 ton CPO/hektar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan drh Suparmi mengatakan, peremajaan kelapa sawit ditargetkan seluas 185.000 hektar seluruh Indonesia. Untuk wilayah Kalimantan Selatan ditargetkan sebanyak 2.090 hektar.

Menurutnya, program tersebut merupakan program prioritas pemerintah pusat yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit. Program peremajaan sawit rakyat ditujukan bagi petani pemilik lahan maksimal empat hektar.

Dikatakan Suparmi, untuk setiap hektar lahan sawit, pemerintah akan memberikan bantuan dana melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit sebesar Rp25 juta yang disalurkan melalui perbankan yang ditunjuk.

Dana tersebut dapat digunakan oleh para petani sawit sebagai modal awal untuk melakukan penebangan tanaman kelapa sawit tua, penyiapan bibit, dan penanamannya.
“Selama ini para petani ada yang menggunakan bibit yang unggul dan ada juga bibit yang tidak unggul, nah bibit yang tidak unggul ini yang kami dorong untuk diganti agar produktivitasnya maksmial,” sebutnya.  (HUMPROVKALSEL/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.