27 Juli 2021

Jaringan Narkoba Di Kalsel Masih Dikuasai Penghuni Lapas

2 min read

Suasana Saat Pemusnahan Barang Bukti Narkoba di Mapolresta Banjarmasin pada Rabu (15/8)

BANJARMASIN – Puluhan lelaki berpakaian orange duduk melantai di halaman markas polresta Banjarmasin, pada pagi Rabu (15/8).
Matahari pagi menyengat tubuh mereka, namun apa daya, di bawah penjagaan ketat petugas polisi berpakaian serba hitam dilengkapi senjata api, mereka tidak dapat menepi untuk sekadar berteduh dari panas. Maklum mereka adalah pesakitan kasus narkoba, yang berhasil terjaring ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan, bersama 4 polresta dan polres terdekat pada Operasi Antik Intan 2018, yang berlangsung dari 26 Juli – 8 Agustus 2018. Bersama mereka, juga diperlihatkan sejumlah barang bukti narkoba, yang siap dimusnahkan. Bahkan untuk kegiatan pemusnahan barang bukti ini, jajaran ditresnarkoba Polda Kalsel, polresta Banjarmasin, polres Banjarbaru, polres Banjar dan Batola, sengaja mengundang wartawan.

Kepada wartawan, usai memimpin pemusnahan barang bukti narkoba hasil Operasi Antik Intan 2018 di mapolresta Banjarmasin, Irwasda Polda Kalimantan Selatan Djoko Purbo mengatakan, pemusnahan dilakukan serentak di seluruh polres yang ada di 13 kabupaten/kota. Kecuali polresta Banjarmasin, polres Banjarbaru,Banjar dan Batola, yang digabungkan proses pemusnahannya di mapolresta Banjarmasin.
“Pemusnahan di mapolresta ini dilakukan hanya untuk daerah yang berdekatan saja. Seperti Banjarbaru, Banjar dan Batola, dan tentunya Banjarmasin serta barang bukti tangkapan jajaran ditresnarkoba polda Kalsel. Sementara di polres lainnya, saat yang sama juga dilakukan pemusnahan hasil Operasi Antik Intan, diwilayahnya masing-masing,” jelas Djoko.

Djoko mengatakan, selama 14 hari pelaksanaan operasi, berhasil diamankan 294 tersangka dari 240 kasus peredaran gelap narkoba. Sementara barang bukti yang berhasil disita, total mencapai 1,63 kilogram sabu, 78 butir ekstasi, 22,63 gram ganja, 45.586 butir obat daftar G, serta 15.396 butir carnophen.
“Dari jumlah itu, hanya 1,47 kilogram barang bukti narkotika jenis sabu, 46 butir ekstasi dan 22,63 gram ganja yang berasal dari operasi di 4 wilayah polres. Itupun tidak semuanya dimusnahkan, karena masih diperlukan untuk penyelidikan lebih lanjut”, tambah Djoko.

Dari hasil Operasi Antik Intan 2018 ini, jajaran ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan memastikan, bahwa jaringan peredaran gelap narkoba di provinsi ini masih dikuasai penghuni lapas. Terutama lapas narkotika kelas IIA Karang Intan Martapura.
“Masih jaringan yang sama seperti giat-giat yang pernah kita gelar sebelumnya. Bahwa bisnis narkoba di Kalimantan Selatan ini, dikendalikan oleh penghuni lapas. Apalagi lapas khusus narkoba, yang tentunya semakin menguatkan jaringan mereka, karena memiliki kesamaan kasus,” jelas Muhammad Firman Direktur Ditresnarkoba polda Kalimantan Selatan kepada wartawan.
Anehnya menurut Firman, jaringan ini sudah sejak lama tercium, dan oknum-oknumnya pun sudah diketahui identitasnya, serta sudah dimintai keterangan, namun tetap masih dapat berjalan dari balik jeruji penjara.
“Padahal kita sudah berkali-kali melakukan operasi penangkapan, dan sudah jelas otaknya adalah penghuni lapas. Tapi kok bisa jaringan ini tetap berjalan. Ini harus kalian tanyakan langsung kepada yang berwenang mengurusi masalah lapas dan warga binaannya,” tutupnya. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?