1 Maret 2021

Kalsel Tawarkan Peluang Investasi

2 min read

BANJARMASIN – Kemajuan pembangunan sebuah daerah akan lebih dahyat jika didukung sektor swasta untuk berinvestasi.

Melaui Forum Investasi Kalimantan Selatan, berlangsung di salah satu hotel di Banjarmasin, Sabtu (12/8), dihadiri para investor dan kedutaan asing, Kalsel memanfaatkan peluang itu dengan memasarkan peluang investasi.

Kepala Dinas penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalsel, Nafarin, mengatakan bahwa forum ini sangat penting bagi Kalsel.

Peluang investasi bagi luar negeri untuk menginvestasikan ke Indonesia terutama ke Kalsel. Kegiatan ini digelar untuk menampilkan potensi yang dimiliki Kalsel kepada para pemilik modal skala multinasional.

“Kami mengajak para investor nasional dan multinasional untuk berinvestasi di Kalsel. Ada potensi investasi senilai Rp30 triliun dari 10 program,” kata Nafarin.

Dikatakan Nafarin nilai investasi tersebut untuk membiayai 13 Proyek Strategis Provinsi (PSP) dan 3 Proyek Srategis Nasional.

Beberapa proyek tersebut adalah Bendungan Tapin, PLTA, Kawasan Industri Batulicin, Kawasan Industri Jorong, Jalan Tol Batulicin-Banjarbaru Sepanjang 300 KM. Aero City Bandara Syamsudin Noor, Mass Rapid Transit (MRT) Banjarbakula, Bendungan Kusan dan PLTA, Pelabuhan Sebuku, Pusat Distribusi dan Pasar Induk Kalimantan, Geopark Meratus, KEK Pariwisata Loksado, Kawasan Pariwisata Riam Kanan, Traditional Floating Market Banjar, dan Sport City Banjarbaru.

Untuk mewujudkan hal itu,Pemprov Kalsel akan memberikan berbagai kemudahan, termasuk perizinan dan pajak daerah yang lebih berorientasi pada keuntungan investor.

“Segala hal yang selama ini memberatkan investor kami pangkas habis. Pembebasan lahan dibantu, bahkan beberapa lahan sudah milik Pemprov Kalsel sehingga tidak perlu lagi dibebaskan. Perizinan juga dipermudah, karena tata ruangnya sudah sesuai peruntukannya. Dan berbagai kemudahan lainnya,” tegasnya.

Masih Menurut Nafarin, Kalsel Invesment Forum 2018 ini sebagai upaya mewujudkan nawacita yang menjadi visi misi Presiden Joko Widodo dalam rangka pembangunan dengan melibatkan pihak swasta.

Selain itu, juga sebagai dasar melaksanakan menjadikan Kalimantan Selatan sebagai daerah yang mandiri dan terdepan sesuai dengan visi-misi Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Sejauh ini, Nafarin mengungkapkan, hingga triwulan kedua investasi di Kalsel sudah mencapai Rp 6,2 triliun.

“Target RPJMD sesuai 2018 ini mencapai Rp9,2 triliun. Isya Allah tahun 2018 ini bisa melampui target yang sudah ditetapkan. Investor itu baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal daerah (PMD),” katanya sembari menjelaskan di antaranya paling banyak investor di Kalsel yakni, Korea, China, Malaysia, Singapura, dan Inggris.

Sementara itu, salah seorang kedutaan Besar Yaman untuk Indonesia, Nabeel Fadhel Ali, kagum setelah melihat potensi alam di Kalsel.

“Potensi Kalsel luar biasa. Dan saya rupanya betah di Kalsel ini tidak seperti di Jakarta yang sudah padat. Ini akan menjadi pertimbangan sendiri bagi para investor. Saya juga sudah langsung kabar-kabari soal investasi ini ke sejumlah rekanan di Yaman, siapa tau ada yang mau,” katanya optimis.

Tidak hanya sampai disitu, Direktur PT Jhonlin Mega Industri, Andri S. Amarald, mengemukakan untuk Jorong Batulicin Industri sudah banyak yang berminat investornya dari luar.
“Sejauh ini memang masih belum terlalu banyak ekspos keluar sebab masih mengurusi izinnya. September 2018 target kami sudah bisa selesai perizinan,” ungkapnya

Menurut Andri, yang paling banyak investor menanyakan itu soal CPO, rumputlaut, karet dan lain lainnya. “Terbaru ini sudah ada kita tandatangan MoU dari Brazil, sudah banyak yang mau masuk termasuk dari Slovakia yang mau masuk,” pungkasnya (HUMPROVKALSEL/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.