BanjarmasinNews

WNA Lakukan Kajian Isu Lingkungan di Kota Banjarmasin

Isu Lingkungan, Pendidikan, dan Kebudayaan Jadi Sorotan Pemuda WNA

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin saat ini, menjadi salah satu kota di Indonesia yang dianggap telah berhasil dalam penanganan lingkungan, salah satunya dalam pengurangan sampah plastik, serta pengelolaan bank sampah. Oleh karena itu para pemuda warga negara asing yang tergabung dalam organisasi dunia yang bernama AIESEC yang berperan membantu para pemuda mengembangkan potensi kepemimpinan para anggotanya, datang ke Banjarmasin untuk melakukan kajian terhadap isu lingkungan tersebut. Para pemuda asing tersebut dari berbagai negara yakni, Jerman, Belgia, Kazakhtan, Mesir, serta Maroko.

Kedatangan para pemuda asing ini disambut langsung oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, di Balaikota Banjarmasin, serta melakukan dialog bersama di ruang rapat berintegrasi, Senin (6/8).

Ibnu mengatakan, para pemuda asing ini akan menetap di Kota Banjarmasin  selama 6 minggu. mereka akan datang melihat Bank Sampah, Rumah Kreatif kemudian salah satu sekolah non formal untuk mempelajari budaya terutama pada aspek lingkungan dan pendidikan.

“Para pemuda asing ini, datang ke Kota Banjarmasin untuk melakukan beberapa kajian terhadap isu lingkungan, pendidikan, serta kebudayaan,” ucap Ibnu.

Menurut Ibnu, tentunya Pemerintah Kota Banjarmasin terbuka dan menyambut baik dengan kedatangan para pemuda warga negara asing tersebut.

Sementara itu, salah satu Anggota AIESEC dari Indonesia, Godi mengatakan, kedatangan mereka kesini untuk mengkaji lebih dalam bagaimana proses pendidikan di kota Banjarmasin.

Menurut Godi, dengan adanya kajian dari mereka ini, nantinya akan didapat solusi dari permasalahan pendidikan di Kota Banjarmasin ini, serta permasalah dibidang lingkungan dan kebudayaan.

Sedangkan, Assel dari Kazakhtan mengaku, jika ia tahu AIESEC dari situs internet. “Saya ingin ke Asia. Dan Indonesia jadi pilihan. Saya pilih Banjarmasin karena kota ini jarang dieksplor oleh pelajar lain,” ujar Assel.

Assel mengaku, ia sangat antusias untuk mengerjakan projek isu lingkungan di Kota Banjarmasin. Dan kebetulan ia merupakan lulusan S2 bidang lingkungan disalah satu universitas di Denmark. “Saya ingin membuat program isu lingkungan tentang persampahan di Kota Banjarmasin,” ucap wanita berusia 23 tahun ini. (SRI/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat